“Wes Caak Ojok di Baleni Mane Sakno Keluargamu” Kurir Sabu 100 Gram di Tuntut 12 Tahun Penjara

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Terdakwa Dwi Achmad Taufan, tersandung perkara narkotika berbahaya jenis sabu, dituntut oleh jaksa Suwarti dari Kejari Surabaya, dengan pidana penjara selama 12 tahun penjara. Terdakwa Dwi dinyatakan bersalah atas permufakatan jahat bersama Hajir Ismail dan Moch. Hanafi (keduanya dalam bekas terpisah), mengedarkan sabu seberat 100 gram.

“Menuntut, supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dwi Achmad Taufan, dengan pidana penjara selama 12 tahun dikurangkan selama terdakwa ditahan,”ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suwarti saat membacakan surat tuntutannya di ruang Kartika 2, Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (28/07/2020).

Selain hukuman badan, terdakwa juga dijatuhi pidana denda sebesar Rp. 2 miliar subsidiair 4 bulan penjara.

Terdakwa Dwi dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132 ayat (1) Undang undang Republik Indonesia Nomer 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas tuntutan JPU, terdakwa Dwi Achmad Taufan yang didampingi oleh penasihat hukumnya (PH), Nadiya Ayu Rizky Saraswati dari LBH Surya Gemilang berencana mengajukan pembelaan (pledoi) pada persidangan selanjutnya pada pekan depan.

“Kami akan mengajukan pledoi yang mulia,” kata Nadiya.

Usai mendengar permohonan PH terdakwa, ketua majelis hakim Jan Manopo kemudian menunda persidangan pada pekan depan.

“Kita agendakan pembelaan pada persidangan pekan depan,”tandasnya. (mas jk)