“Waduuuh Caak” Virus Corona Merambah Pengadilan Negeri Surabaya, 9 ASN Reaktif

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Tangkal pandemi virus COVID-19. Sembilan aparatur sipil negara (ASN) Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test dadakan terhadap 300 pegawai dan hakim, Senin (3/8/2020) kemarin.

Kahumas PN Surabaya Martin Ginting, mengatakan mereka yang reaktif itu saat Hari Raya Idul Adha, bersosialisasi dengan warga di kampung halamannya saat mudik.

“Saat liburan hari raya Idul Adha kemarin, diduga ke sembilan ASN tersebut bersosialisasi dengan warga dikampung halamanya” tutur Ginting.

Usai dari mudik, merekapun menjalani swab untuk mengetahui positif atau negatif covid-19. dan hasil swabb pertama ditengarai ke sembilan Aparatur Sipil Negara tersebut reaktif corona.

“Sebelum liburan Idul Adha, mereka kondisinya sehat sehat saja. Setelah rapid test, hasilnya reaktif. Mereka memang dari luar Surabaya saat liburan,” kata Martin Ginting kepada wartawan, Selasa (4/8/2020).

Ginting juga menyebut kesembilan ASN itu sudah ditangani Tim Gugas Covid Pemkot Surabaya. Dikarantina dan menjalani swab, hasilnya menunggu empat hari lagi.

Dia juga membenarkan ada seorang hakim terpapar covid-19, tetapi hingga kini menjalani perawatan di Jawa Barat. Sedangkan seorang hakim lagi yang positif covid, masih belum sembuh juga di rumah sakit.

Sementara untuk mengantisipasi libur Agustusan, masih kata Martin Ginting, kemungkinan upacara 17 Agustus dilakukan secara daring. Demikian juga soal penundaan sidang, akan diatur sebelumnya.

“Kita ketahui bersama, penyebaran covid masih belum terkendali. Bahkan muncul cluster cluster baru. Di kantor kantor dan sebagainya,” tegas Martin Ginting.

Padahal, lanjut dia, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk memutus mata rantai penyebaran covid. Sudah disediakan tempat cuci tangan, handsinitizer, jaga jarak bagi pengunjung meski bermasker.

“Tapi kita bersyukur, security kita yang setiap hati bersentuhan dengan masyarakat pencari keadilan, saat rapid test tidak ada yang reaktif,” pungkas Martin Ginting.