Umbar Omongan Kebencian, Taufik Monyong Terancam UU ITE

Penaindonesia.co.id-Lawancorona- Mulutmu Harimaumu, pepatah ini pas di sandang seniman nyentrik, Taufik Hidayat alias Taufik Monyong, telah diperiksa penyidik Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim terkait vlognya yang menyebut Covid-19 adalah konspirasi dan menantang menghirup mulut pasien positif Corona.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, proses hukum bagi Taufik Monyong tetap dilakukan.

Trunoyudo menjelaskan, “Jika terbukti melanggar, saudara Taufik Monyong bisa terancam pasal 45 A ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman pidana paling lama enam tahun,” ujarnya, jumpa pers di Mapolda Jatim, Kamis (11/6/2020).

Truno menegaskan, kini pihaknya tengah melakukan penyelidikan dengan pemanggilan saksi.

“Artinya proses ini tetap berlanjut sesuai dengan apa yang disampaikan oleh amanah undang-undang, suatu perbuatan bisa dilakukan proses penyelidikan sampai dengan nanti melalui mekanisme criminal justice system. Ini adalah dalam rangka memberikan suatu kepastian hukum,” jelasnya.

Saat disinggung terkait status Monyong, Truno mengatakan statusnya masih sebagai saksi. Namun pihaknya masih melakukan penyelidikan apakah Monyong bisa menjadi tersangka atau tidak.

“Statusnya prosesnya masih berlangsung berkaitan dengan penyelidikan masih dalam tahap konfirmasi dan tingkatannya saksi,” tegasnya.

Dalam kasus ini, polisi tengah menyelidiki terkait tindak pidana penyebaran informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu atau kelompok masyarakat berdasarkan SARA. Proses hukum itu dilakukan walaupun Monyong telah meminta maaf pada masyarakat.

Selanjutnya, polisi akan memanggil saksi ahli untuk menguji secara scientific pernyataan yang diutarakan Monyong. Ada empat ahli yang akan diperiksa kesaksiannya. “Penyidik akan memanggil beberapa saksi ahli, ahli bahasa, ahli ITE, ahli medis. Terkait argumen yang dilakukan nanti akan kami uji secara sains,” pungkasnya.