Toko Elektronik di Surabaya “kobong” Satu Keluarga Tewas

Penaindonesia.co.id-newnormal. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran, yang terjadi di sebuah toko elektronik jalan krangggan 21. Surabaya Minggu (30/08) pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPB) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) Kota Surabaya, Irvan Widyanto membenarkan hal itu. Irvan juga memastikan bahwa yang terbakar bukanlah pasar. 

“Itu toko elektronik di Kranggan yang terbakar,” kata Irvan saat dikonfirmasi.

Berdasarkan laporan yang diterima kebakaran bermula sekitar pukul 07.58 WIB. Akibat dari peristiwa ini, toko tersebut habis terbakar.

“Objek yang terbakar satu toko itu saja,” kata Irvan. 

Berdasarkan informasi dari salah satu petugas di lokasi, proses pemadaman toko ini memang cukup sulit. Salah satu kendalanya karena pintu harmonika toko dalam keadaan terkunci dari dalam. Petugas terpaksa membongkar paksa pintu.

Sementara, Dedik Irianto Kepala Dinas Kebakaran Kota Surabaya memastikan ada lima jenazah korban yang ditemukan di dalam bangunan.

Diduga kelima korban adalah satu keluarga yang mengelola dan tinggal di dalam toko elektronik dan bahan renda.

“Satu keluarga kayaknya. Yang seorang ditemukan di bawah panel listrik tertimpa sepeda motor. Yang tiga orang ditemukan di kamar tidur tengah, yang perempuan posisi meluk guling kayaknya dalam posisi tidur. Yang seorang ditemukan di kamar mandi belakang sendiri,” kata Dedik.

Sesuai informasi, pemilik toko itu bernama Budi Susanto yang berusia 33 tahun. Sedangkan anggota keluarga lainnya antara lain Agus Susanto 36 tahun, Eli usia 36 tahun, Meiliana usia 60 tahun yang diduga ibu pemilik toko, dan Alexander usia 15 tahun yang diduga anak pemilik toko.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran karena korsleting listrik yang juga menyebabkan salah satu korban tersengat.

Kebakaran yang dilaporkan terjadi sejak pukul 08.00 WIB tuntas dipadamkan pukul 09.30 WIB.

Sejumlah unit kendaraan pemadam, termasuk bronto skylift milik Dinas Kebakaran Kota Surabaya juga diterjunkan ke lokasi.

Kebakaran toko elektronik ini juga menyebabkan lantai dua bangunan ruko di sampingnya turut terdampak.