TNI-Polri, Jalin Silaturahmi Dengan Ulama Tapal Kuda.

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si dan Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah, didampingi Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko beserta Pejabat Utama Polda Jatim, senin (22/6/2020), melakukan silaturahmi bersama tokoh Aliansi Ulama Madura (AUMA) dan Aliansi Ulama Tapal Kuda (AUTADA) di kediaman Kh. Ali Badri, Jl. Gadung, Surabaya.

Silaturahmi ini bertujuan untuk menyatukan frekuensi dan membangun sinergitas antara para Ulama yang berada di Jatim, khususnya yang tergabung dalam Auma dan Autada, dengan Kapolda beserta Pejabat Polda Jatim, dan Pangdam beserta pejabat utama Kodam V Brawijaya.

Selain itu, dalam sambutannya, kapolda Jatim menegaskan, Juga mengatakan berterimakasih kepada tuan rumah Kh. Ali Badri dan para ulama yang hadir. Kapolda berpesan kepada para Ulama bahwa beliau ingin menjadi pemimpin yang baik.

“Saya ingin menjadi pemimpin yang baik, maka dari itu saya harus sering bersilaturahmi dengan para ulama. Dan habaib, karena dengan silaturahim semua permasalahan bisa selesai,” tegasnya Irjen Pol Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si.

Lebih lanjut, kapolda juga mengatakan, “jangan khawatir, kami TNI POLRI adalah bentengnya pancasila, kalau ada sesuatu bisa kita hadapi bersama. Saya juga memohon dukungan kepada para ulama dan umaro, dapat menjadi pemimpin yang amanah.” jelasnya kapolda jatim pada saat memberikan sambutan.

Pangdam V Brawijaya, Mayjend TNI Widodo Iryansyah, berpesan untuk bersama-sama menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya titip kepada para ulama, marilah kita bersama-sama menjaga keutuhan NKRI, dan kita tetap menggunakan protokol kesehatan, karena langkan ini adalah cara satu-satunya kita bisa melawan covid-19.” jelasnya Mayjend TNI Widodo Iryansyah.

Ali badri dalam sambutannya juga mengatakan, dihadapan para ulama yang datang untuk tidak mudah terpengaruh dalam setiap permasalahan, tapi para ulama justru harus membantu negara untuk Persatuan Republik Indonesia.

“Mari kita bersama-sama membantu negara untuk menjaga keutuhan NKRI, dan tidak mudah terpengaruh dengan dalam setiap permasalahan yang ada.” pungkasnya Kh. Ali Badri.