Terkait Kasus Perusakan Rumah Mewah, Polrestabes Lebih Cermat Dalam Menanggani

Surabaya – Insiden pengrusakan dan pengeroyokan terhadap security dan PRT di rumah mewah jalan Serayu 1 Surabaya yang terjadi pada 02 Oktober silam semakin memanas.

Security penjaga di rumah tersebut bersama PRT yang menjadi korban pengeroyokan dari gerombolan orang yang tidak dikenal, keduanya melaporkan kejadian tersebut di Mapolrestabes Surabaya.

Dalam keterangannya, Kladius salah security melaporkan menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan itu diduga yang dilakukan oleh terlapor Hengky.

Namun selang satu bulan pasca pelaporannya di Mapolrestabes Surabaya, dirinya merasa sedikit kecewa.

Karena saat usai pemanggilannya sebagai pelapor dan saksi untuk mengumpulkan alat bukti, dirinya malah menjadi terlapor atas laporan dari Hengky.

“Saya kaget, kenapa tiba tiba saya bersama Siti pembantu malah di laporkan balik oleh Hengky dan menjadi terlapor kasus pengeroyokan, dan ini saya mau dipanggil ke Mapolrestabes Surabaya,” tandas Kladius (16/10).

Bahkan tidak hanya disitu saja, merasa dirinya mendapatkan kejanggalan, Kladius mengirimkan surat yang ditujukan kepada Presiden RI, Kapolri, dan Kompolnas.

“Saya memohon kepada Bapak Presiden agar bisa mengetahui apa yang sedang menimpa kepada diri saya, dan bisa menegakkan Keadilan,” harap Klaudius.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Kasi Humas Polrestabes Surabaya Kompol Fakih menjelaskan bahwasanya itu sifatnya masih aduan dari terlapor awal.

“Semua orang berhak mengajukan aduan di kepolisian, untuk status kebenaran polisi tidak akan serta merta langsung menjadikan saksi sebagai tersangka, itu semuanya masih harus melalui proses mekanisme yang panjang,” ungkap Kompol Fakih.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button