Sutradara “Arek Kalibutuh” Ridho Garap Kartolo Numpak Terang Bulan

Pena Indonesia.co.id – Setelah sukses dengan Film Layar Lebar berjudul Jack yang mendapat jumlah penonton sekitar 80 ribu, Sutradara asal Surabaya M. Ainun Ridho saat ini sedang menggarap film layar lebar berjudul Kartolo Numpak Terang Bulan di kampung halamannya.

Seperti nama judul filmnya, film bergenre komedi ini ingin mengangkat atau memfenomenalkan sosok pelawak legendaris Jawa Timur yaitu Kartolo.

Jika sebelumnya Kartolo pernah bermain di sebuah film namun hanya sebagai figuran, dalam Film Kartolo Numpak Terang Bulan ini pemeran tokoh utama dalam film ini adalah Kartolo itu sendiri.

“Kartolo Numpak Terang Bulan ini merupakan Film kedua saya. Sebelumnya saya juga telah menggarap Film Jack yang bisa dibilang sukses dengan meraup 80 ribu penonton. Dalam film ini saya juga sengaja memakai Cak Kartolo sebagai pemeran utamanya,” kata Ridho panggilan akrabnya M. Ainun Ridho ditemui di lokasi syuting Jalan Tales III, Surabaya, Kamis (27/2).

Dalam kesempatan itu, Ainun Ridho juga sedikit menjelaskan sinopsis tentang film Kartolo Numpak Terang Bulan.

Dimana menurut Ainun Ridho, film ini bercerita tentang sosok Kartolo yang hidup sebagai duda.

Baca Juga:  Rekam Gambar, Tempat Ganti Wanita Lewat HP Diamankan Polisi

Kartolo memiliki seorang putri namun tidak tinggal bersama dirinya, melainkan ikut mantan istrinya tinggal di Jakarta.

Kartolo sendiri memiliki kamar kos yang penghuni kamar kosnya merupakan pemuda yang berasal dari Makassar, Papua, Tulungagung, Malang, dan Jawa Mataraman.

Kartolo juga mempunyai tetangga seorang janda bernama Ning Tini yang mempunyai anak bernama Jhon, yang sering main di tempat kosnya Kartolo.

“Lah Ning Tini dalam film ini sangat menyukai Cak Kartolo,” ujar Ainun Ridho.

Didepan rumah kos Kartolo ada warung kopi yang pemiliknya diperankan oleh Safari.

Ketika Kartolo sakit, Safari meminta Kartolo untuk menghubungi anaknya agar merawat dirinya.

“Namun, permintaan Cak Safari ditolak mentah-mentah oleh Cak Kartolo,” terang Ainun Ridho.

Setelah itu Cak Safari secara diam-diam menelepon Sari anak Kartolo yang berada di Jakarta agar bersedia pulang ke Surabaya untuk merawat ayahnya yang sedang sakit.

“Usaha Cak Safari mendatangkan Sari berhasil. Dan anak semata wayang Cak Kartolo itu akhirnya pulang ke Surabaya untuk merawat ayahnya,” jelas Ridho.

Baca Juga:  Rupiah Menguat ke Rp13.916

Mengetahui Kartolo memiliki putri semata wayang yang sangat cantik, para pemuda yang kos ditempat Kartolo pun akhirnya berebut mendapatkan hati Sari.

“Tak terkecuali si Jhon, anak Ning Tini juga turut jatuh hati pada anak Kartolo, dan berusaha mendapatkan cinta si Sari,” jelas Ainun Ridho.

Dalam film ini juga ada Eko Tralala yang berperan sebagai hansip yang sering membuat keonaran.

“Pokoknya film ini sangat lucu sekali, dan bagi generasi youth pecinta Cak Kartolo wajib menyaksikan film ini,” ujar Ridho.

Ditambahkan Ridho, tujuanya membuat film dengan menonjolkan sosok Kartolo ini adalah sebagai bentuk apresiasinya terhadap pelawak legendaris dari Jawa Timur itu.

Menurutnya, Kartolo adalah sosok idolanya pada saat dirinya masih berusia belasan tahun.

“Sebagai generasi youth, saya sangat mengagumi sosok Cak Kartolo dengan gaya lawakanya yang khas banget. Membuat film dengan melibatkan Cak Kartolo ini sudah menjadi impian saya sejak 35 tahun lalu, dan Alhamdulillah dapat terlaksana saat ini,” pungkas Ridho.