Sahat T. Simanjutak : Kinerja Gubernur Khofifah – Wagub Emil sangat bagus

Pena Indonesia.co.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur memberi apresiasi positif terhadap pencapaian kinerja pemerintahan Gubernur – Wakil Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak di tahun pertama. Ada sejumlah catatan positif sepanjang tahun 2019.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjutak mengatakan. ‘”Skala 1-10, nilai pemerintahan Khofifah-Emil di tahun pertama adalah 9. Nilai ini kebetulan cocok dengan lambang sembilan bintang dari Nahdlatul Ulama (NU) yang juga organisasi dari Ibu Gubernur,” kata Sahat di Surabaya, Selasa (11/02).

Satu di antara tolok ukurnya adalah banyak program pro rakyat yang mulai diwujudkan sejak tahun pertama menjabat. Pun dengan konsistensi pemerintah provinsi menggelontor APBD dalam fokus pengembangan SDM. Diantaranya, anggaran pendidikan dan kesehatan yang besarnya mencapai lebih dari 35 persen dari total APBD Jatim tahun 2020 (total APBD mencapai Rp 35,1 triliun).

Baca Juga:  Baso Juherman Sambut Positif Kejuaraan Biliard SAPMA PP Surabaya 2019

“Apabila dibandingkan dengan provinsi lain, apakah ada yang sebesar komitmen pengembangan SDM di Jatim,” imbuh Sahat.

Ia menambahkan, “Di dalam beberapa keputusan pemerintah pusat yang sensitif, Ibu Gubernur selalu bisa berkoordinasi dengan pemerintahan pusat untuk mengantisipasi gejolak di daerah. Mayoritas selalu membuahkan hasil,” ungkap Sahat.

Wakil ketua DPRD Jatim Sahat Tua Simanjuntak menambahkan, berbagai tantangan pemerintah provinsi kedepan. Di antaranya, mengawal implementasi Peraturan Presiden (Perpres) 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi. Yang mana, dalam Perpres tersebut tercantum 218 proyek strategis di Jatim.

Baca Juga:  Ketua DPD RI AA LaNyalla "di Waduli" 13 Cabor Jatim Dicoret PON XX Papua 2020

“Ini menjadi pijakan startegis yang menjadi perhatian bersama untuk pembangunan di tahun kedepan. Karena besarnya anggaran untuk realisasi proyek ini, tak mungkin hanya bersumber pada APBN atau APBD. Ini perlu kerja bersama untuk menggandeng pihak ketiga,” pungkasnya..