Raja Salman di Duga Terpapar Virus Corona!

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Sepekan lalu, pihak kerajaan Saudi mengumumkan bahwa Raja Salman telah menjalani operasi kantong empedu, dan mengatakan bahwa operasi itu telah berhasil.

Dari sumber informasi kerajaan Saudi, bahwa alasan pemindahan Raja Salman ke rumah sakit bukan karena peradangan kandung empedu melainkan pembekuan darah dan akumulasi darah dan dahak di dada. Namun, belum diketahui apakah penyebabnya adalah gagal jantung, virus corona atau kasus lainnya.

Namun, karena kondisi kronis yang memburuk dari raja Saudi, bagaimanapun; Ada spekulasi tentang hal ini oleh para aktivis politik dan pengguna media sosial, yang sejauh ini belum ada jawaban yang jelas.

Spekulasi ini semakin menguat ketika ternyata Raja Salman dirawat di rumah sakit lain, bukan di rumah sakit yang sangat lengkap di Istana Kerajaan.

Dalam hal ini, Dr. Saad al-Faqih, kepala Gerakan Reformasi Islam dan tokoh oposisi Saudi yang tinggal di London, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan TV Al-Hiwar: “Rumah Sakit kerajaan adalah rumah sakit lengkap tempat operasi dilakukan dan semua jenis metode pencitraan medis, termasuk MRI dan lain-lainnya.”

Dia kemudian berspekulasi bahwa Raja Salman tidak akan dibawa ke rumah sakit khusus lain kecuali kondisinya sedemikian rupa sehingga para staf, dokter dan peralatan rumah sakit kerajaan tidak bisa lagi menanganinya, yang berarti bahwa Salman berada dalam kondisi kritis.

Sementara dalam penolakannya klaim pihak kerajaan, Dr. Saad Al-Faqih berkata: “Jika peradangan kandung empedu itu ringan, ia tidak akan dibawa ke rumah sakit spesialis sama sekali, jadi pasti ada masalah besar yang menyebabkan pemindahannya ke rumah sakit yang lebih spesialis.”

Sementara itu, kumpulan informasi yang bocor dari pihak kerajaan Saudi menunjukkan bahwa alasan pemindahan Salman ke rumah sakit bukan karena peradangan kandung empedu melainkan pembekuan darah, penumpukan darah dan dahak di dada. Namun, belum diketahui apakah penyebabnya adalah gagal jantung, virus corona atau kasus lainnya.

Di samping itu; Meskipun tidak jelas apakah Raja Salman menjalani pernafasan buatan atau tidak, akan tetapi pemberitaan mengenai kondisi fisik Raja Salman secara total diputus, serta pengambilan semua telepon dan alat komunikasi dari mereka yang berada di rumah sakit, memperkuat kecurigaan bahwa kondisi fisik Raja Arab Saudi sangat kritis.

Situasi genting di pihak kerajaan Saudi karena eskalasi perebutan kekuasaan antara pangeran dan kegagalan regional dan internasional berturut-turut, dari kekalahan di Yaman hingga penurunan tajam dalam pendapatan minyak, dll, telah menyebabkan Putra Mahkota Saudi Mohammad bin Salman berusaha untuk menunjukkan kondisi negara ini dalam keadaan tenteram.