Puasa Melatih Sabar dan Syukur

Pena Indonesia.co.id – بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Bismillahirrahmanirrahim) Lawan CORONA. Orang yang berpuasa dididik untuk bersabar dan bersyukur. Sabar dan syukur sendiri baik untuk kehidupan manusia. Apalagi puasa yang tinggal hitung hari ini, diterpa musibah wabah viris COVID 19. Dalam surat al-Baqarah ayat 45, Allah dahulukan sabar sebelum shalat. Sebab, shalat butuh kesabaran agar sempurna. Bukan kesabaran yang butuh shalat.

Kesabaran sendiri ada tiga macam yakni sabar dalam taat, sabar menjauhi maksiat, dan sabar atas musibah. Jangan sampai saat terkena musibah, manusia malah memperkarakan Allah.

Puasa, shalat, dan zakat butuh sabar. Bahkan Rasulullah menyebut puasa adalah setengah kesabaran.

Puasa juga mengajarkan manusia untuk bersyukur. Ketika seseorang berpuasa, ia menahan dirinya dari makanan, minuman, dan berdekatan dengan istrinya meski ia bisa mengakses itu semua.

Salah satu kewajiban manusia atas nikmat Allah adalah bersyukur. Allah sudah berfirman, orang bersyukur akan diberi nikmat berlipat ganda.

Di ujung surat al-Baqarah ayat 185 , Allah memerintahkan agar manusia menyempurnakan bilangan puasa dan puasa diwajibkan agar manusia bersyukur. Maka, Allah menuntut kita bersyukur. Terlebih kita diberi petunjuk untuk berpuasa.

Puasa juga membuat manusia berkasih sayang. Saat seseorang bercukupan rezeki, di bumi lain ada saudara-saudara yang butuh itu semua. Ada yang tidak bisa makan bukan karena puasa, tapi karena miskin.

Rasul bersabda, yang tidak menyayangi maka Allah tidak akan menyayanginya. Manusia yang memberi kasih sayang kepada penduduk bumi akan disayangi penduduk langit.

Rasul adalah sosok yang paling berkasih sayang dan dermawan, terlebih saat Ramadhan. Karena itu Islam mengharuskan Muslim berzakat fitrah saat Ramadhan.