Polisi Amerika Tembak Pemuda Berdarah Latin

PenaIndonesiaco.id-Lawancoroa. Sean Monterrosa, pemuda 22 tahun berdarah latin, ditembak polisi California AS, padahal ia sudah meletakkan tangan di atas sebagai bentuk penyerahan diri dan berlutut.

Dilansir dari The Guardian yang melaporkan peristiwa ini dan menjelaskan, Senin malam demonstrasi rasis terjadi di kota Vallejo dan tiba-tba seorang polisi turun dari mobil menembak Monterrosa, yang notabene berdarah Latin.

Amerika Serikat sedang menyaksikan demo besar-besaran, sebagai bentuk protes atas rasisme yang masih memakan korban. Media AS melaporkan, sudah lebih dari 10 ribu demonstran kasus George Floyd ditangkap petugas keamanan.

Menurut keterangan Shawny Williams, Kepala polisi kota Vallejo, Monterrosa sudah mengangkat tangannya ke atas dan berlutut, namun ketika itu seorang polisi menembaknya dengan 5 peluru karena ada sebuah pisau kecil di salah satu kantongnya yang dikira senjata panas oleh polisi itu.

Salah perkiraan inilah yang menyebabkan penembakan terjadi, menurut Kepala Kepolisian kota Vallejo.

Masih menurut keterangan Williams, polisi mendatangi daerah tersebut didasarkan pada laporan tentang terjadinya penjarahan di sebuah apotik. Polisi bertemu Monterrosa di tempat kejadian penjarahan.

Hingga saat ini, belum ada kejelasan bagaimana situasi Sean Monterrosa dan tidak ada pula rekaman video. Hanya ada satu video setelah penembakan, yang hanya menunjukkan nomer mobil polisi dan ambulans yang berhenti di depan apotik.

Wakil keluarga Monterrosa dan aktifis hak sipil, Melissa Nold menerangkan, “Ketika menghadapi polisi, Monterrosa sudah dalam keadaan berlutut dan menyerah tetapi polisi tetap menembaknya. Mereka menembak dari dalam mobil. Terus kesempatan apa yang diberikan polisi kepadanya demi menyelamatkan jiwanya?.”