Hindari Kerusuhan, Persebaya -Arema Tidak Satu Group Piala Gubernur Jatim

Pena Sport – Hindari kericuhan, PSSI Jawa Timur membantah adanya skenario memisahkan Arema dan Persebaya di Piala Gubernur Jatim 2020 lantaran adanya potensi keributan. Alasannya hanya pertimbangan geografis dan meramaikan semua laga di fase penyisihan grup.

 

Ketua Asprov PSSI Jawa Timur, Achmad Riyadh mengakui Arema dan Persebaya merupakan dua klub dengan basis suporter besar. Sehingga keduannya bisa meramaikan Piala Gubernur di babak penyisihan grup.

“Persebaya bermain di Bangkalan dan Arema di Malang, keduanya punya suporter besar. Bonek bisa meramaikan di Bangkalan dengan suporter Madura dan Kediri dan di Kanjuruhan ada Aremania dan juga suporter Persela ” ujarnya di Gedung Grahadi Jatim, Kamis 6 Februari 2020.

Baca Juga:  BMKG Tanjung Perak: Waspadai Gelombang Tinggi

Selain itu, dipilihnya Stadion Gelora Bangkalan dan Stadion Kanjuruhan sebagai venue babak penyisihan grup karena pertimbangan geografis.  

“Stadion Kanjuruhan mewakili Jatim wilayah selatan dan Bangkalan wilayah utara. Sehingga Piala Gubernur ini bisa dinikmati oleh semuanya. Selain itu juga mengenalkan jika Jatim punya banyak stadion yang bagus, ” ujarnya.

Riyadh juga berharap Arema dan Persebaya  bisa lolos ke babak semifinal atau final. “Kalau mereka bisa bertemu di semifinal atau final kan lebih bagus, ” ujar Riyadh tersenyum.

Namun Riyadh yakin semua tim tidak akan mau mengalah dan ingin lolos ke babak semifinal, meski turnamen ini bersifat pemanasan sebelum kompetisi resmi bergulir.

Baca Juga:  Rupiah Kembali Lemah ke Rp13.758

“Ajang ini memang untuk pemanasan dan mematangkan tim. Tapi saya yakin tidak ada tim yang mau kalah, mereka pasti ingin menang. Semua pertandingan juga akan disiarakan live televisi nasional,  ” ujarnya.

Soal venue babak semifinal dan final, Riyadh mengatakan belum ditentukan karena menunggu hasil babak penyisihan grup. Masing-masing grup akan di ambil dua terbaik untuk lolos ke semifinal.

“Babak semifinal dan final juga  tidak harus tempat netral, nanti kita tunggul hasil babak penyisihan dulu. Bisa tetap di Kanjuruhan atau Bangkalan. Bisa juga di Stadion GBT atau di Stadion Surajaya Lamongan, ” ujarnya.