Peduli Karya Anak Negeri, PAPPRI Jatim Gelar Festival Vokal Anak 2019 “INDONESIA SATU”

Pena Indonesia.co.id – Berangkat dari minimnya lagu anak yang mengandung unsur Persatuan dan Kesatuan serta nilai dan norma budaya bangsa Indonesia saat ini menjadi perhatian khusus Ketua DPD Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (Pappri) Jatim Sastra Harijanto Tjondrokusumo.

Untuk itu DPD Pappri Jatim rencananya akan menggelar festival vokal anak-anak dengan lagu wajib Aku Bangga Indonesiaku pada 17 November 2019 di Kantor DPD Pappri Jatim Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.

“Festival vokal anak-anak dengan kategori usia 12 tahun ini sengaja kami gelar untuk mendidik serta menanamkan kecintaan anak-anak kepada Negeri kita tercinta ini melalui musik, karena nantinya anak-anak yang mengikuti festival ini akan diwajibkan menyanyikan lagu Aku Bangga Indonesiaku yang merupakan lagu terbaru kami,” kata Hari ketika ditemui di Kantor DPD Pappri Jatim, Jumat (25/10).

Baca Juga:  PAPPRI, PAMMI dan RHU Surabaya Minta Perwali No 33 di Evaluasi

Menurut Hari, festival vokal anak ini merupakan upaya DPD Pappri Jatim dalam mendidik serta meng-Indonesiakan warga negara Indonesia sejak usia anak-anak.

Hari mencontohkan, jika pada jaman dulu masih banyak seniman yang selalu menggelorakan kecintaan dan rasa persatuan dan kesatuan bangsa melalui hasil karya musiknya.

“Bagi kami bahwa mendidik serta membuat orang itu menjadi ‘Indonesia’ harus dimulai sejak usia dini. Seperti dulu ada senior saya Ibu Sud, Ibu Katsur, yang sering menanamkan nilai-nilai Indonesia kepada anak-anak melalui karya beliau, itu yang saya mau betulkan saat ini,” jelas Hari.

Baca Juga:  PAPPRI Jatim Gelar Lomba Paduan Vokal Anak "Indonesia Satu" 2019

Hari menambahkan bahwa dirinha saat ini memang lebih fokus pada menggelar kegiatan festival musik indie, festival musik anak karena menurutnya itu sangat penting untuk membina anak-anak yang memang mempunyai kecintaan kepada musik.

“Kalau yang sudah tua kan ga usah diurusi, mereka sudah bisa mencari nafkah sendiri, beda dengan anak-anak yang memiliki bakat musik yang memang perlu pembinaan untuk masa depan mereka, dengan diselipkan pesan-pesan persatuan dan kesatuan bangsa melalui musik,” tuturnya.(ah)