PBB Desak Israel Batalkan Aneksasi Tepi Barat

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Sekjen PBB, Antonio Guterres, telah meminta Israel untuk membatalkan rencana aneksasi Tepi Barat. Ia mengatakan bahwa keputusan seperti itu akan menjadi pelanggaran paling serius terhadap hukum internasional.

Guterres mengatakan rencana aneksasi Israel bersifat merusak. Dia menyatakan keinginannya untuk terciptanya negosiasi baru dan keputusan final terkait konsep dua negara.

Guterres juga menambahkan bahwa aneksasi tersebut akan menjadi malapetaka bagi Palestina, Israel dan wilayah regional.

Komentar kepala PBB itu disampaikan sehari setelah ribuan warga Palestina melakukan protes di Jericho terhadap aneksasi Israel, dalam sebuah pawai yang dihadiri oleh puluhan diplomat asing.

Mladenov, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, memperingatkan bahwa aneksasi akan mengirim satu pesan bahwa perundingan bilateral adalah hal yang sia-sia.

Dia menambahkan bahwa aneksasi “secara dramatis dapat mengubah dinamika lokal dan memicu ketidakstabilan di antara wilayah Palestina.

Pekan lalu, otoritas PA mengusulkan rencana untuk menciptakan “negara Palestina yang berdaulat”, dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Usulan Palestina itu datang sebagai balasan atas rencana kontroversial Presiden AS Donald Trump yang memberi lampu hijau bagi Israel untuk mencaplok wilayah besar Tepi Barat, termasuk pemukiman yang dianggap ilegal menurut hukum internasional, dan Lembah Jordan.

Sementara itu, para pejabat Palestina telah mengancam untuk membatalkan perjanjian bilateral dengan Israel jika melanjutkan aneksasi.

Uni Eropa sendiri tidak mengakui kedaulatan Israel atas wilayah yang didudukinya sejak 1967.