PAMMI dan PAPPRI Surabaya Sambat ke Wakil Rakyat, Minta Perwali 33-2020 Ditinjau

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Perwakilan pekerja musik,penyanyi dan pencipta lagu yang tergabung dalam Persatuan Artis Penyanyi dan Pencipta Lagu Repblik Indonesa (PAPPRI), serta pekerja Persatuan Artis dan Musisi Melayu (PAMMI) kota Surabaya, mengeluhkan nasib mereka dan menuntut kepastian kembali beroperasi tempat mencari nafkah kepada DPRD Kota Surabaya, Kamis (23/7/2020).

Nasib mereka semakin tak jelas, setelah terdampak kebijakan peraturan walikota (perwali) kota Surabaya No 33 tahun 2020 tentang penutupan sementara karena pandemi covid-19 sejak 21 Maret 2020.

Imron Sadewo,Musisi dan Penyanyi Melayu, mengatakan,” kami sudah cukup lama menanggung derita akibat aturan protokol kesehatan covid-19 ditambah lagi saat ini muncul peraturan walikota no 33 / 28 tahun 2020, yang melarang kegiatan pertunjukan musik di outdoor.” sambat penyanyi yang duet bersama Evi Tamala dengan lagunya,”Kandas.”

Ia juga meminta, “Wakil Rakyat kota Surabaya mampu menyampaikan aspirasi warga khususnya para Musisi yang tergabung dalam PAMMI dan PAPPRI”pintanya.

Keluhan yang sama disampaikan sekretaris PAPPRI Surabaya, Aris Iswandi, yang memohon agar dewan (DPRD) bisa membuka kran komunikasi dengan Pemerintah kota,

“kita berharap,walikota untuk bisa membuka kembali kegiatan para musisi,artis, penyanyi dan pencipta lagu bisa beraktivitas lagi di kota Surabaya”tutur Aris.

Sementara menanggapi keluahan para pekerja Musik, Penyanyi, Artis dan Pencipta Lagu dari PAMMI dan PAPPRI, komisi D DPRD kota Surabaya, Arif Fathoni berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke ketua DPRD untuk mengajak hearing dengan Pemerintah kota.

“kami akan meminta Ketua DPRD kota Surabaya untuk hearing dengan pemkot.agar persoalan ini tuntas tanpa ada yang dirugikan.” tutup Arif Fathoni.