Miliki Sabu, Driver Ojol Diamankan Polisi

Penaindonesia.co.id-newnormal. Tersangka Anton Sugandi (33) warga Kupang Gunung Timur Gg. V Surabaya harus berurusan dengan aparat penegak hukum Polsek Tenggilis Surabaya.

Laki-laki yang kesehariannya berprofesi sebagai driver ojek online ini kedapatan mempunyai kegiatan sampingan yakni menjual narkotika jenis sabu.

Kepada petugas, Anton mengaku menjalankan bisnis haramnya ini dikarenakan order ojek online sepi, sehingga dirinya nyambi jualan sabu.

Anton diketahui membeli sabu seberat 10.5 gram dari seseorang dengan sistem ranjau seharga Rp.11.000.000. (sebelas Juta Rupiah)

Namun, belum sempat menikmati hasilnya Anton Sugandi keburu diamankan anggota Reskoba Polsek Tenggilis dan digelandang ke Mapolsek Tenggilis Jalan Raya Rungkut Industri no.8 Surabaya.

Baca Juga:  Miliki Sabu, Dua Terdakwa di Tuntut 6 Tahun Penjara

Dalam keterangan rilisnya, Kapolsek Tenggilis, Kompol Kristyan Beorbel Martio menerangkan bahwa tersangka sempat kabur saat hendak dilakukan penangkapan oleh petugas di sebuah warung di jalan Kupang Panjaan dan ketika digeledah tidak ditemukan barang bukti pada dirinya.

“Petugas pun kemudian melakukan penggeledahan di kamar kos tersangka di jalan Kupang Gunung Timur Gg V no 41 dan ditemukan sabu seberat 10.5 gram yang disimpan dalam kotak tissue,” terang Kristyan di Mapolsek Tenggilis. Rabu (24/6).

Kapolsek menambahkan, tersangka sudah melakukan pembelian sabu sebanyak empat kali pada orang yang sama.

Baca Juga:  Miliki Sabu, Pemuda Karangmenjangan di Borgol Polisi

“Tidak pernah ketemu dengan bandar, transaksinya hanya cod, tersangka juga mengaku jika hasil pembelian sabunya dijual kembali bisa laku Rp. 11.3 juta,” imbuh Kristyan.

Dari hasil penangkapan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 dompet wanita dan 1 timbangan digital, 1 kantung plastik klip serta satu set peralatan sabu, 1 tempat tisu dan 1 lembar bukti transfer.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolsek Tenggilis guna pemeriksaan lebih lanjut, dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Anton dijerat dengan UU no.35 Tahun 2009 tentang narkotika pasal 112 ayat (1) jo 114 ayat