Menteri Keuangan: Kuartal II, Ekonomi Indonesia -3,1%

Penaindonesia.co.id-Lawancorona. Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan menegaskan bahwa 2020 adalah tahun yang luar biasa. Bukan dalam konteks yang positif, tetapi tantangannya yang sangat besar.

Menkeu ini mengatakan, “2020 adalah tahun yang sangat estra ordinary. Pandemi Covid-19 adalah tantangan yang belum ada jawaban kapan akan berakhir dan bagaimana respons yang paling efektif,” ujarnya dalam keterangan pers APBN Kita edisi Juni 2020, Selasa (16/6/2020).

Akibat pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019.Covid-19), lanjut Sri Mulyani, Bank Dunia memperkirakan ekonomi global terkontraksi atau tumbuh negatif -5,2%.

“IMF (Dana Moneter Internasional) kita akan lihat beberapa bulan ke depan, biasanya outlook Juli. Pasti ada revisi,” kata Sri Mulyani.

Indonesia, tambah Sri Mulyani, tidak terkecuali. Pada kuartal II-2020, eks Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengungkapkan kontraksi ekonomi nasional akan sebesar -3,1%.

“Pada kuartal II akan ada kontraksi karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dilakukan dan memberi kontribusi ke pertumbuhan ekonomi yang besar. Ini akan mempengaruhi kuartal II yang kita perkirakan -3,1%,” katanya.

Namun pada kuartal III dan IV, demikian Sri Mulyani, situasi diperkirakan membaik dan pertumbuhan ekonomi kembali ke teritori positif. Oleh karena itu, pemerintah masih mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2020 di kisaran -0,4% hingga 2,3%.

“Meskipun point estimate kita mendekati 0-1%. Kita akan liat terus dari berbagai perkembangan,” pungkas Sri Mulyani.