Menpora dan Wakil DPRD Jatim Sahat Simanjuntak “berbagi Kasih ” Kepada Yopie Saununu Mantan Pemain Sepak Bola Persebaya Era 70 an

Penaindonesia.co.id-LawanCorona. Ditengah pandemi virus covid 19 corona dan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sahat Tua P. Simanjuntak, S.H. atas arahan dari Menteri Pemuda & Olah Raga Republik Indonesia (Menpora RI) bersilaturahim ke rumah Bung Yopie Saununu Mantan Atlet PSSI yang pernah membela Persebaya Surabaya di era 70-an di Pondok Nirwana Jl. Baruk Utara, Rungkut, Surabaya, Senin (1/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Sahat menyampaikan salam hormat dan bantuan tali asih dari bapak Menpora RI, Dr.H. Zainudin Amali, SE.,M.Si dan juga bantuan pribadi kepada Bung Yopie sebagai bentuk apresiasi, kebanggaan dan rasa terimakasih karena kiprahnya dalam membawa harum nama bangsa Indonesia.

Perlu diketahui, Bung Yopie sosok 64 tahun putra Maluku kelahiran Denpasar ini merupakan atlet sepakbola yang pernah membela tanah air di beberapa event internasional, antara lain Kejuaraan Pelajar di Manila, Filiphina (1974), Turnamen Kings Cup, Bangkok, Thailand (1975), Merdeka Games, Kualalumpur, Malaysia (1976), Sea Games, Kualalumpur, Malaysia (1977). Selepas gantung sepatu pada tahun 1980, beberapa pekerjaan pernah digeluti bung yopie, mulai dari negosiator leasing hingga menjadi tukang parkir liar didaerah ngagel, surabaya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur dari Partai Golkar ini mengaku prihatin dan trenyuh setelah berbincang santai dan menyimak perjalanan hidup mantan atlet satu ini.

“Kami prihatin dengan kondisi mantan-mantan atlet kita saat ini, salah satunya ya Bung Yopie ini. Dulu waktu masih muda masih dalam kondisi prima semua meng elu-elu kan, namun dimasa tuanya tidak ada satupun yang peduli,” ujar Sahat.

Menurut Politisi Golkar ini, Pemerintah perlu memperhatikan kondisi mantan-mantan atlet yang pernah mengharumkan nama bangsa.

“Saya kira Pemerintah perlu mulai perlu menyusun database atlet-atlet berprestasi mulai dari tingkat Internasional, Nasional maupun Daerah”, tambahnya

Kondisi ini juga akan disampaikan langsung kepada Gubernur Jawa Timur yang mungkin bisa dijadikan rekomendasi program, mengingat masih banyak mantan-mantan atlet berprestasi yang kehidupannya jauh dari sejahtera dan luput dari pantauan pemerintah.