Menjaga Amanah

Penaindonesia.co.id-Newnormal-Bismillah. “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah SWT dan Rasul SAW, dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedangkan kamu mengetahui.” (QS. al-Anfal: 27).

Ayat ini menegaskan syariat luhur bernama amanah. Berasal dari kata amuna, ya’munu, amanatan, amanah berarti jujur dan dapat dipercaya. Berkembang menjadi kata aminah yang berarti aman tenteram. Lalu muncul derivasi lain, ‘aamanah’, artinya ‘saling percaya’.  


Dari sini lahir pemahaman, bahwa kejujuran akan memberi rasa aman bagi semua pihak, sehingga lahir rasa saling percaya. Saat seseorang memelihara amanah, sama halnya dengan menjaga harga dirinya, sekaligus sebagai satu rumpun kata dan makna dengan ‘iman’. 


Di antara indikator seseorang yang sukses dalam hidup adalah, ketika dia mampu menjaga harkat dan martabat dirinya. Dan itu artinya ia cerdas mengelola amanah. Ia jujur dengan kata hatinya. Apa yang ada di hati ia ucapkan. Dan apa yang diucapkan, sudah ia pikirkan dan istiqamah untuk diamalkan. 


“Jika engkau miliki empat hal, engkau tidak akan rugi dalam urusan dunia: menjaga amanah, jujur dalam berkata, berakhlak baik, dan menjaga harga diri dalam (usaha, bekerja) mencari makan.” (HR Ahmad).


Terkait dengan kebutuhan dunia yang serba materi, agama kita tidak mengenal konsep “sense of material belonging”, rasa memiliki dunia atau materi. Islam mendidik umatnya untuk memiliki “sense to be entrusted”, rasa diamanahi.

Semua materi yang ada pada dirinya bukan sama sekali miliknya, tapi titipan dan amanah dari Allah SWT untuk dijaga. Karena, siapa pun yang mencoba mengakui milik Allah akan berakhir mengenaskan. Cukuplah Firaun dan Qarun menjadi pelajaran buat kita.


Menjaga amanah memang berat, bahkan maha berat. Makhluk langit, bumi dan gunung pernah ditawari untuk mengemban amanah Allah, tapi semua menolak. Semua makhluk Allah SWT yang notabene jauh lebih besar dari manusia ini merasa berat dan khawatir kalau nanti tidak akan kuat mengembannya. (QS. al-Ahzab: 72). 


Hanya manusia, yang sok merasa sanggup dan kuat mengemban amanah Allah. Meski tidak sedikit yang lulus dan sanggup mengemban amanah Allah SWT seperti para Nabi dan Rasul, serta orang-orang beriman yang telah dipilih oleh Allah SWT. 

Sesungguhnya kita mengetahui bahwa segala bentuk penyelewengan yang dilakukan akhir-akhir ini, disebabkan rendahnya komitmen untuk menjaga amanah. Padahal, menjaga amanah itu bagian penting di dalam kehidupan ini. Andai kata negara ini dikelola dengan amanah, maka kesejahteraan masyarakatnya tentu sudah jauh lebih baik dari sekarang ini.(YM)