Melatih Kesabaran di Bulan Ramadhan

Pena Indonesia.co.id – بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Bismillahirrahmanirrahim) Lawan CORONA.Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153)

Jika direnungkan, di kehidupan ini sepertinya banyak sekali hal-hal yang melatih kita untuk senantiasa bersabar. Misalnya dalam hal meraih cita-cita, menanti jodoh/keturunan, menghadapi orang yang menjengkelkan, saat menunggu busway, dan juga saat berpuasa. Semuanya melatih kesabaran.

Tapi jika diperhatikan, ada yang berbeda antara sabarnya orang berpuasa dengan sabar yang lainnya. 


Saat berpuasa, kita diuji kesabaran salah satunya dalam hal makan dan minum. Namun, jarang kita temui orang mengeluh atau tergoda untuk membatalkan puasanya di tengah jalan, meski melihat makanan atau minuman yang lezat sekalipun. Padahal, kalau kita bertanya pada orang bule (baca: seseorang yang berada di lingkungan mayoritas non-muslim), banyak yang suka terheran-heran.

“Seriuan kamu nggak makan dan nggak minum? Termasuk nggak minum air putih?”


Dan kenyataannya, orang islam memang dapat melakukannya. Muslim yang berpuasa mampu bersabar, tidak mengeluh, dan menjalankannya dengan santai-santai saja.

Lalu, mengapa orang yang berpuasa bisa begitu sabar menahan haus dan lapar?


Bisa jadi salah satunya karena mereka sudah tahu bahwa akan datang waktu berbuka. Waktu dimana perjuangan menahan lapar dan haus akan berakhir. Bayangkan, bagaimana jadinya jika ita tidak diberitahu kapan waktu berbuka? Pasti yang terjadi, akan ada banyak orang yang mengeluh atau mungkin tergoda untuk membatalkan puasa di tengah-tengah puasanya.


Puasa membawa pesan tentang cara bersabar


Dari situ, ada satu hikmah yang dapat diambil dari berpuasa, bahwa (salah satu) kunci bersabar adalah tentang bagaimana cara kita menanamkan pemahaman tentang “waktu berbuka”. Bisa dengan memberitahu diri sendiri bahwa setiap masalah, pada waktu tertentu, pasti berakhir. Atau bisa dengan menumbuhkan rasa yakin bahwa Allah menciptakan permasalahan pasti dan akan selalu berpasangan dengan solusinya.


Jika kita berhasil menanamkan “waktu berbuka” dalam diri kita, maka ketika menghadapi sesuatu yang menguji kesabaran, seharusnya bisa lebih mudah melewatinya. Seperti orang yang berpuasa: santai, tenang, dan tidak mengeluh.