Manajemen De Berry: Kita Murni Karaoke Keluarga

Pena Indonesia.co.id – Manajemen family Karaoke De Berry membantah menyediakan sarana prostitusi atas ditangkapnya salah seorang mucikari berinisal DM oleh Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim saat menggelar operasi cipta kondisi jelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 pada Selasa (17/12).

Dikutip dari RMol Jatim, Deden Bagus Purnama Alam, Manajer Operasional Karaoke De Berry, “Dengan ini kami manajemen De Berry Karaoke menegaskan bahwa kami yang sudah beroperasional selama tujuh tahun tidak pernah menyediakan jasa pemandu lagu atau bahkan jasa asusila tersebut,” katanya yang didampingi legal hukumnya, Slamet Priyanto kepada media di Surabaya, Selasa (24/12).

Deden menambahkan, DM bukanlah bagian dari manajemen De Berry. Ia merupakan tamu dan datang untuk menyewa ruangan karaoke bersama empat rekannya.

Baca Juga:  Baso Juherman Sambut Positif Kejuaraan Biliard SAPMA PP Surabaya 2019

“Saat peristiwa itu, kami kedatangan pengunjung berinisial R bersama rekannya memesan salah satu room karaoke dan masuk dengan ditemani oleh dua pemandu lagu freelance di luar manajemen bersama agencynya atau kordinatornya. Kami pun tidak mengetahui apa saja yang terjadi di room karaoke tersebut,” ujar Deden.

Dengan ditangkap DM ini, Deden justru berterima kasih pada jajaran Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim.

“Kami merasa dirugikan dengan yang dilakukan DM. Karena selama ini kami  hanya mengelola jasa hiburan karaoke sebagai rekreasi keluarga, tidak lebih dari itu,” tuturnya.

Baca Juga:  Polrestabes Gelar Hasil Ungkap Kejahatan Polsek Jajaran

Sejak peristiwa tersebut, masih kata Deden, Karaoke De Berry yang berlokasi di Jalan Banyu Urip 246 Surabaya tersebut untuk sementara tidak beroperasi, karena masih dalam proses hukum.

“Sudah seminggu ini kami tidak beroperasi lagi  karena masih di Police Line oleh Polda Jatim. Dan kami berharap segera selesai,” katanya.

Saat ditanya kerugian atas ditutupnya tempat usahanya tersebut, Deden mengaku mencapai ratusan juta.

“Antara lima belas juta rupiah perhari. Sebenarnya bukan masalah materiilnya tapi ini menyangkut nama baik dan image negatif masyarakat dimana selama ini kami dikenal sebagai karaoke keluarga,” pungkasnya. (RMOL/pin)