Makna Takwa Menurut Al Qur‘an

PenaIndonesia.co.id-Lawancorona, bismillahirrahmannirrahiim. Takwa menjadi sentral ajaran agama Islam dan kerap kali disebut sebagai barometer kemuliaan seseorang. Pengertian takwa pun luas, berbagai ulama dari masa sahabat hingga abad ini pun juga turut mendefinisikan pengertian takwa. Tetapi, bagaimana kah makna takwa menurut Al Qur‘an sendiri?

Menurut sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib sendiri, “Takwa adalah tidak mengulang-ulang perbuatan maksiat, dan tidak terperdaya dengan merasa puas melakukan ketaatan.”

Lalu di bagian lain, beliau menambahkan, “Takwa adalah rasa takut kepada Allah, mengamalkan Al-Qur‘an, Qana‘ah (merasa cukup) dengan yang sedikit, dan bersiap-siap untuk hari kematian.”

Menurut al-Razy, ayat-ayat dalam Al Qur‘an juga menjelaskan makna takwa. Setidaknya ada enam makna yang disebutkan, yakni:

Rasa Takut

Ini dijelaskan dalam salah satu firman Allah subhanahu wa ta‘ala yang menyeru untuk memiliki rasa takut pada Rabb-nya, yakni dalam surat An-Nisa ayat 1, yang artinya,

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.”

Iman

Dalam salah satu firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala surat Al-Syu’ara ayat 10-11, takwa dikisahkan dengan kaum Fir‘aun,

Dan ingatlah ketika Tuhanmu menyeru Musa: datangilah kaum yang zalim itu, yaitu kaum Fir‘aun, mengapa mereka tidak bertakwa.

Di mana yang dimaksud tidak bertakwa di sini, ialah mengapa mereka tidak beriman.

Taubat

Firman Allah subhanahu wa ta‘ala, Al-A’raf ayat 96 memaknai takwa dengan sikap beriman dan bertaubat.

Jika penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami limpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Taat

Seperti firman Allah subhanahu wa ta‘ala surat An-Nahl ayat 52, yang mempertanyakan ketakwaan yang tidak ditujukan pada Allah semata.

Dan kepunyaan-Nya segala yang ada di langit dan di bumi, dan untuk-Nya (ketaatan) pada agama itu selama-lamanya. Maka mengapa kamu bertakwa kepada selain Allah?

Meninggalkan Kemaksiatan

Salah satu makna takwa pada firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala yang lainnya adalah tidak melanggar aturan-Nya. Sebagaimana dijelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 189,

”Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu dari pintu-pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.”

Ikhlas

Makna takwa yang berarti ikhlas ini dimaksud ketakwaan hati, yang disebutkan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta‘ala surat Al-Hajj ayat 32,

Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (Nn)