MA Menangkan Gugatan CV Cahaya Citrasurya Indoprima bersama PT Dwi Perkasa Jaya

Penaindonesia,co.id-Newnormal. CV Cahaya Citrasurya Indoprima (CCI) bersama PT Dwi Perkasa Jaya (DPJ) memenangkan Putusan Mahkamah Agung no 808 K/Pdt.Sus-HKI/2019 atas merek dagang SHARPNESS oleh Hubei Yuli Abrasive Belts Group Co LDT.

Isa Anshari dari Justicia Law Firm selaku kuasa dari CCI dan PT Dwi Perkasa menyampaikan, kasus sengketa merek antara Hubei Yuli Abrasive Belts Group Co., Ltd. melawan PT Sukses Bersama Amplasindo. Sebelumnya Hubei memiliki merek kain ampelas Sharpness dan pertama kali didaftarkan di China pada 1999 dan sampai saat ini telah terdaftar di 25 negara.

“Lalu ada PT Sukses Bersama Amplasindo memiliki merek kain ampelas Sharpness di Indonesia yang didapat dengan pengalihan hak dari Johny Bintoro Njoto. Johny Bintoro Njoto mendaftarkan merek Sharpness pada 2011, dan terdaftar pada tahun 2013. Merek dan logo Sharpness milik Hubei PT Sukses Bersama Amplasindo memiliki persamaan,” kata Isa Anshari, Sabtu (4/6/2020).

Perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HKI) Hubei menggugat pembatalan atas merek Sharpness karena didaftar dengan itikad tidak baik, dan memiliki persamaan pada pokoknya dengan merek miliknya.

Namun, Hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat tidak menerima gugatan dari Hubei, dikarenakan Hubei tidak menarik Johny Bintoro Njoto sebagai pihak tergugat, sedangkan PT Sukses Bersama Amplasindo kedudukannya hanya sebagai pembeli merek, bukan pendaftar merek.

Dengan begitu, hak penjualan di Indonesia diserahkan kepada CV. Cahaya Citrasurya Indoprima (CCI) dan PT. Dwi Perkasa Jaya (DPJ).

Kasno HRD GA perwakilan Hubei di Indonesia mengatakan, atas hal tersebut, Hubei telah membuat merek dagang resmi untuk produknya yakni yang bernama SHARPNESS dan atas produk dengan merek dagang tersebut telah dijual di hampir seluruh Negara di dunia.

“Serta telah mematenkan merek dagang tersebut di Negara-Negara tersebut sehingga oleh karenanya merek dagang SHARPNESS adalah merepresentasikan Hubei,” kata Kasno, Sabtu (4/7/2020).

Sebagai informasi bahwa SHARPNESS telah didaftarkan secara awal di Negara China dengan nomor pendafaran 1310113 yang diajukan pada tanggal 4 Mei 1998 dan terdaftar pada tanggal 7 September 1999 untuk melindungi jenis barang “kain amplas, kertas amplas, kertas amplas tahan air, sabuk amplas” yang bermerek SHARPNESS.

Pendaftaran merek yang dilakukan Hubei secara internasional dengan sistem Madrid Protokol adalah dengan nomor pendaftaran 931165 yang telah terdaftar sejak tanggal 02 Juli 2007 untuk Kelas 3 yaitu untuk jenis barang “kain ampelas; kertas ampelas; ampelas; sabuk ampelas”.

Hubei sudah terkenal di negara Denmark, Estonia, Finlandia, Inggris, Yunani, Irlandia, Lithuania, Swedia, Austria, Bulgaria, Benelux, Cyprus, Republik Czech, Jerman, Spanyol, Perancis, Hungaria, Italia, Latvia, Polandia, Portugal, Romania, Slovenia, Slovakia, Myanmar. Malaysia, Australia, Amerika Serikat, dan Filipina.

“Hubei memulai produksinya sejak tahun 1978 dan sampai sekarang tetap konsisten memasarkan produknya untuk memenuhi kebutuhan alat-alat industry abrasive ke seluruh Negara di belahan dunia ini, termasuk dalam hal ini adalah Indonesia,” tambah Kasno.

Sebagai salah satu produk yang terkenal, maka seringkali terdapat usaha-usaha untuk merugikan Hubei dengan cara memalsukan atau mendompleng ketenaran Hubei. Oleh karena itu Hubei secara aktif berusaha untuk melindungi keaslian dan kualitas serta kepastian hukumnya sebagai produsen alat-alat industry yang bersifat abrasive.

Produk-produk dengan merek “SHARPNESS+Logo” di Indonesia awalnya dipasarkan melalui PT. Sukses Bersama Amplasindo. Akan tetapi sejak tahun 2011 tidak lagi bekerjasama.

Dan kini, berdasarkan putusan tersebut maka Hubei telah diakui sebagai pemilik sah untuk prosuk-produk amplas dengan merek “SHARPNESS + logo” dan dipasarkan oleh CCI dan DPJ di wilayah Indonesia