Koni Jatim: Stop Isu “Sampah” Stadion Gelora Bung Tomo

Pena Sport – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mengajak seluruh pihak menghentikan polemik terkait status Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) sebagai salah satu nominasi venue laga Piala Dunia U21 Tahun 2021 mendatang.

“Saya yakin ini hanya salah persepsi. Tidak perlu diperpanjang, sudah jelas kalau Gubernur Jatim sangat mendukung pemilihan Surabaya sebagai salah satu venue Piala Dunia U21,” ungkap Ketua KONI Jatim, Erlangga Satriagung di Surabaya, Rabu (13/11).

Menurut Erlangga, berita yang tersiar di masyarakat cuma sepotong-sepotong sehingga tafsir yang muncul adalah Khofifah tidak menginginkan Kota Surabaya menjadi salah satu venue pertandingan Piala Dunia. Semakin runcing, lanjut dia, karena yang ditonjolkan di media bahwa Khofifah mengajukan Stadion Kanjuruhan, Malang sebagai pengganti GBT.

“Isu inilah yang terus menerus digoreng di medsos, padahal Gubernur sebatas memberi alternatif stadion yang bisa digunakan Piala Dunia selain GBT. Jangan lah dibenturkan antara Pemkot Surabaya dengan Pemprov Jatim,” tuturnya.

Baca Juga:  Koni Jatim,Menempa Mental Juara di Rindam

Dikatakan, munculnya opsi-opsi stadion lain hanya sebagai penegasan menjawab pertanyaan saat beliau di wawancarai mengenai ketiadaan stadion yang layak selain GBT. Namun demikian, Ia memastikan GBT tetap menjadi pilihan utama.

“Kalau saya jadi Gubernur, lalu ditanyakan apakah tidak ada stadion lain yang layak, masa saya langsung jawab iya? Tapi itu bukan berarti Gubernur menolak, tapi mencari rasionalitas yang tepat guna memperjuangkan Jawa Timur sebagai salah satu venue pertandingan laga Piala Dunia. Karena disana, banyak provinsi lain yang juga mengajukan diri,” imbuhnya.

Ditanya soal bau sampah, Erlangga mengungkapkan permasalahan tersebut pasti ada solusinya. Peran Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya sangat penting dalam menuntaskan bau sampah asal TPA Benowo yang kerap tercium di Stadion GBT.

“Kami yakin kalau ada keseriusan pasti ada solusi. Peran Pemprov ini sangat penting, karena mereka pembina teknis bidang LH yang menyangkut TPA Benowo. Jadi jangan kita lupakan itu, Kadis LH juga diperlukan analisa teknisnya untuk meyakinkan semua pihak akan kelayakan GBT. Gak bisa hanya katanya dan katanya saja, tapi seharusnya kalau Kadis LH Jatim sudah turun tangan, solusinya bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah”. Paparnya.

Baca Juga:  Soal Keperawanan Pesenam Jatim Dipulangkan Timnas, Ini Jawaban Koni

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Supratomo turut menegaskan komitmen Gubernur Jatim terhadap penyelenggaraan Piala Dunia U20 Tahun 2021 di Surabaya. Khofifah, sebut dia, berniat akan mengawal seluruh proses persiapan penyelenggaraan event tersebut hingga usai agar lancar tanpa kendala apapun.

“Pada 7 Agustus lalu, pak Erick Thohir yang turut berjasa memperjuangkan pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia sempat menyampaikan ke Bu Gubernur dan pak Wagub bahwa GBT turut diusulkan untuk venue Piala Dunia U20, dan beliau berdua mendukung. Komitmen itu tidak berubah sampai saat ini, dan kami siap berkoordinasi dengan PSSI agar segalanya lancar termasuk dengan Dinas LH Provinsi”, janji Supratomo.