Khofifah: Dana BLT Harus Rampung Sebelum Lebaran

PenaIndonesia.co.id – Lawan Corona. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim menargetkan penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) untuk masyarakat terdampak Covid-19 t selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Guna mempercepat bantuan itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengawal proses pencairan dana BLT-DD melalui video conference penyaluran BLT DD di Kabupaten Trenggalek, Jombang, Pasuruan dan Mojokerto di Gedung Negara Grahadi Surabaya kepada lima orang perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Desa Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Kabupaten Gresik serta kepada 5 orang perwakilan KPM dari Desa Badurame, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan. Begitu pula kepada warga kabupaten lainnya.

Selain itu juga dilakukan penyerahan BLT-DD secara simbolis secara virtual oleh Bupati Blitar pada perwakilan 10 KPM di Desa Sidorejo Kecamatan Ponggok, Blitar. Selain penyerahan BLT-DD Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan paket sembako bagi perwakilan KPM.

Gubernur mengingatkan kembali tentang pentingnya menjaga kewaspadaan sebagai antisipasi penyebaran virus Covid 19. Ia ingin agar semua lini tidak terkecuali masyarakat yang ada di pedesaan untuk mematuhi protokol kesehatan demi melindungi keluarga dan diri sendiri.

“Terkait penyaluran BLT-DD ini kami sudah melaporkan kepada Presiden Joko Widodo pada saat video conference bersama seluruh gubernur dan menteri. Pak Presiden berpesan agar BLT-DD harus dimaksimalkan dan dipercepat pencairannya sebelum Hari Raya Idul Fitri agar dapat dirasakan betul manfaatnya oleh para KPM untuk memenuhi kebutuhannya,” kata Gubernur Khofifah.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, progress penyaluran BLT-DD Jatim hingga saat ini telah cair Rp 21,432 Miliar dan telah diterimakan pada 35.750 KPM pada 466 desa dari 15 Kabupaten/Kota se Jatim.

Dengan potensi maksimal BLT-DD Jatim yang mencapai Rp 2,285 Triliun dan akan dibagi untuk 1.265.845 KPM di 7.724 desa, kini desa yang sudah melakukan musdes penetapan KPM penerima BLT-DD mencapai 3.357 desa atau sebesar 43,8 persen.

Para penerima BLT-DD adalah mereka-mereka yang terdampak oleh Covid 19 baik karena kehilangan mata pencaharian, belum terdata pada DTKS, atau memiliki anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis.

Selain itu, mereka yang berhak menerima BLT-DD juga bukan merupakan keluarga penerima bantuan lain dari pemerintah seperti, PKH, BNPT, Prakerja dan Bansos Tunai lainnya.

Sementara Bupati Trenggalek, Muhammad Nur Arifin dalam laporan virtualnya, mengatakan, per hari ini sudah ada 147 desa di wilayahnya yang sudah menerima BLT-DD dari total 152 desa yang ada di Kabupaten Trenggalek. “Kami target sebelum tanggal 15 Mei 2020 semua desa untuk tahap pertama akan menerima BLT-DD,” ungkapny