Kemenpora Prihatin 13 Cabor Tak Dipertandingkan di Pon 2020 Papua

Pena Sport – Tidak dipertendingkanya 13 cabang olahraga (cabor) di PON XX 2020 Papua, membuat keprihatinan sendiri Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Menpora pasti memperhatikan apa yang menjadi keluhan Jawa timur. Kemenpora sudah mengirimkan revisi PP No 17 Tahun 2007 ke Presiden,” kata M Nigara, staf khusus Kemenpora pada Lokakarya “Mencari Desain Pembinaan pasca Rasionalisasi 10 cabang olahraga PON 2020” di Surabaya, Sabtu (14/12/2019).

SK 37 cabor yang dipertandingkan di PON Papua sudah diteken oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman. Dalam SK tersebut ditetapkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan dan kuota atlet sebanyak 6.442 orang.

Baca Juga:  Lantik Kadin Surabaya, AA LaNyalla: Swasta Penggerak Utama Roda Ekonomi

“Revisi PP No 17 merupakan bagian dari upaya Kemenpora agar cabor-cabor yang dicoret bisa dipertandingkan di PON Papua. Perubahan PP ini tidak mudah bagi pemerintah, karena ini domain KONI. Ini goodwill pemerintah. Pak Menpora pasti perhatikan Jatim,” tambah Nigara.

13 cabor yang dicoret itu, terdiri dari 3 cabor yang kali pertama didelete, antara lain bowling dan arum jeram. Sisanya 10 cabor dicoret baru-baru ini. Yaitu, Balap sepeda, Ski Air, Bridge, Woodball, Gateball, Golf, Soft Tenis, Tenis Meja, Dansa, dan Petanque.