Kemenkumham, Gelar Monev Pelaksanaan Penilaian Mandiri Tingkat Maturitas SPIP Dari Penilai Eksternal

Penaindonesia.co.id. Proses pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) di Kemenkumham tidak lapas dari pengawasan internal yang dilakukan. Untuk mengetahui hasil pelaksanaan survei internal dan dokumentasi pelaksanaan SPIP, Kanwil Kemenkumham Jatim menggandeng Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan menggelar Monev Pelaksanaan Penilaian Mandiri Tingkat Maturitas SPIP, Rabu (23/9).

Kadiv Administrasi Indah Rahayuningsih yang membuka kegiatan mengungkapkan pentingnya kegiatan ini. Seluruh proses kegiatan audit, reviu, evaluasi, pemantauan dan pengawasan lain terhadap penyelenggaraan tugas dan fungsi organisasi adalah untuk memberikan keyakinan yang memadai. Bahwa kegiatan telah dilaksanakan sesuai dengan tolak ukur yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham: UKK Bojonegoro Layak Jadi Kantor Imigrasi

“Ini semua untuk kepentingan organisasi kementerian dalam mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik,” terangnya.

Indah melanjutkan, selain sebagai alat ukur, pelevelan dalam maturitas SPIP dapat menjadi sarana organisasi merancang action plan. Selanjutnya melakukan perbaikan berkelanjutan menuju level yang lebih tinggi. “Pemantauan dan pengendalian dalam pelaksanaan tugas dan fungsi kita ini sangat penting kita lakukan,” terangnya.

Sementara itu, narasumber dari BPKP Jatim, Fransisca Rina Suryani mengapresiasi hasil penilaian mandiri dari kanwil yang dikoreksi oleh Itjen yaitu dengan tingkat maturitas level 3,686. Namun, pencapaian ini masih bisa dan harus ditingkatkan lagi. “Karena masih bisa dinaikkan menjadi level 4 dan optimum 5,” terangnya.

Baca Juga:  Kakanwil Kemenkumham, Rutan Perempuan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan dan Pengawasan

Nah, fungsi dari BPKP sebagai pihak eksternal harus melakukan quality insurance. Menurutnya, sudut pandang eksternal ini sangat penting. Karena bisa menjadi pihak yang lebih netral daripada saat melakukan penilaian mandiri. “Kami tidak hanya memberikan skor akhir maturitas saja, namun juga saran perbaikan yang harus dilakukan untuk mencapai level selanjutnya,” tuturnya. (Humas Kemenkumham Jatim)