Kasus Dugaan Tipu Gelap Emas PT Antam, Eksepsi Ditolak, Terdakwa di Ancam Hukuman 4 Tahun Penjara

Pena Indonesia.co.id – Hakim Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan tidak menerima nota keberatan (eksepsi)  penasihat hukum para terdakwa tipu gelap jual beli emas batangan PT. Antam atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Selasa (15/10/2019).

“Mengadili, menolak eksepsi penasehat hukum para terdakwa karena majelis hakim menilai surat dakwaan JPU sudah sesuai dengan pasal 143 KUHAP dan pasal 156 KUHAP,” ucap hakim Maxi saat membacakan amar putusan sela nya di ruang Sari 2.

Artinya, majelis hakim yang diketuai oleh Maxi Sigarlaki akan melanjutkan persidangan perkara tersebut pada pembuktian dengan memeriksa saksi-saksi dan bukti-bukti yang dihadirkan oleh JPU Winarko dan para terdakwa yang disidang secara terpisah tersebut. Keempat terdakwa itu yakni Eksi Anggraeni (berkas terpisah), Endang Kumoro, Misdianto dan Ahmad Purwanto.

“Baik, pak jaksa kapan mau mendatangkan saksi-saksi!,” tanya hakim Maxi.

Atas permintaan hakim, JPU Winarko kemudian menyanggupi akan menghadirkan saksi-saksi pada pekan depan, Selasa (22/10/2019). “Minggu depan pak hakim,” kata Winarko.(jk)