Kasus Daniel Prude Picu Unjuk Rasa di New York

Penaindonesia.co.id. Amerika Serikat, kembali dilanda gelombang protes. Sejak unjuk rasa pasca tewasnya George Floyd akibat kekerasan rasial polisi terkesan mereda. Kali ini, massa kembali banjiri jalanan Amerika setelah seorang pria kulit hitam, Daniel Prude meninggal dunia akibat kekerasan rasial polisi sebagaimana yang terjadi pada Floyd.

Sebelum tewas pada 30 Maret silam, Prude sempat ditahan polisi Rochester atas dugaan penembakan terhadap pendukung Donald Trump dalam unjuk rasa anti-rasisme di Portland. Ia meninggal akibat kehabisan napas setelah polisi menekan wajahnya ke aspal jalan selama 2 menit dalam keadaan telanjang dan tangan terborgol.

Kematian Prude luput dari perhatian publik sampai pada Rabu (2/9) lalu dimana pihak keluarga menggelar konferensi pers dan menyebarkan video serta laporan terkait kematian Prude. “Sebut namanya!” teriak massa yang berkumpul di Times Square New York pada Kamis (3/9) lalu. Selain Times Square, massa juga berkumpul diluar Gedung Keamanan Publik Rochester untuk menyuarakan protes atas brutalitas polisi.