Kapolda Jatim Kunjungi Pos Penyekatan di Sidoarjo Kota

Sidoarjo – Guna mengoptimalkan fungsi pos penyekatan di Wilayah, Kapolda Jawa Timur bersama Pejabat Utama Polda Jatim, melakukan pengecekan di pos penyekatan di kawasan Sidoarjo Kota.

Dalam keterangannya, Kapolda Jawa Timur mengatakan bahwa pada hari ini melakukan pengecekan di beberapa pos PAM di seluruh Jawa Timur terkait dengan masalah pengamanan pelaksanaan pasca hari raya Idul Fitri yang kedua ini.

“Dalam pengecekan kali ini sekaligus juga saya memberikan semangat kepada seluruh anggota untuk bekerja dalam melayani masyarakat memberikan pengamanan Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalulintas, serta masalah protokol kesehatan,” jelas Irjen Nico Afinta.

Ditambahkan juga bahwa harapannya dengan kedatangan Kapolda bersama Pejabat Utama di setiap pos PAM ini dapat menambah semangat dan menghimbau kepada masyarakat agar tetap patuh pada prokes pasca liburan ini, dan angka covid-19 bisa tetap terjaga.

Baca Juga:  Polres Tulungagung Ungkap Modus dan Identitas Pelaku Pembunuhan di JLS

Selain itu juga untuk mengantisipasi lonjakan pada hari Sabtu dan Minggu, karena adanya keinginan masyarakat untuk mendatangi tempat wisata, mall, dan tempat wisata religi.

“Kami harap baik petugas maupun pengelola serta masyarakat, ketiga-tiganya mempunyai pemahaman yang sama bahwa kita semua masih dikelilingi oleh covid, sehingga punya pemikiran yang sama yaitu untuk mencegahnya tetap melaksanakan prokes dengan baik,” tegas Irjen Pol Nico Afinta.

Sehingga masyarakat yang datang petugas yang menjaga maupun yang semuanya punya kesepakatan yang sama.

“Ayo sama-sama kita mencegah covid dengan melaksanakan prokes. Saya kira kegiatan ekonomi harus tetap berjalan, prokes tetap kita jaga, sehingga dua-duanya bisa seimbang, mari kita laksanakan sama-sama sehingga harapan kita tercapai,” tambahnya.

Baca Juga:  Kapolda Jatim: Masyarakat Sudah Penuhi Kewajibannya Dengan Membawa Surat Tugas dan Bebas Covid-19

Seluruh anggota sudah diperintahkan bersama-sama dengan stakeholder, TNI, pemerintah daerah, pengelola tempat wisata religi, maupun tempat pasar atau mall, untuk bisa mendapatkan posisi masing-masing dan masyarakat bisa mengerti, apabila nanti prokes dilaksanakan.

Selain itu juga ada 9 titik di seluruh Jawa Timur yang dilakukan penyekatan, sampai sekarang yang masuk maupun keluar Jawa Timur, harus mematuhi aturan yang sudah ditetapkan, yaitu membawa surat tugas, kemudian dengan surat bebas dari covid.

“Selama ini saya lihat masyarakat bisa bekerja sama dengan baik dan itu terus dipertahankan sehingga Jawa Timur tetap terjaga kondusifitas nya,” pungkas Irjen Nico Afinta.