Islam, Muliakan Istrimu

Penaindonesia.co.id. Perilaku yang menunjukkan kasih sayang penting untuk menjaga hubungan pernikahan dari perpecahan. Nabi Muhammad SAW memberikan contoh yang sangat baik dengan menunjukkan kasih sayangnya kepada istri-istrinya. Berikut ini contoh sikap sayang Nabi pada istrinya, dikutip dari Buku Pegangan Utama Fiqih Wanita oleh Majdah Amir.

Tidak malu menunjukkan rasa cinta pada istri

Rasulullah tidak pernah malu menunjukkan cintanya pada istrinya lebih besar daripada cintanya pada orang lain. Hal ini ditulis dalam kumpulan hadits Bukhari dan Muslim, ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Siapa di antara semua orang yang paling Anda cintai?” Dan beliau menjawab, “Siti Aisyah.”

Menunjukkan simpati dan perhatian ketika istri sakit

Siti Aisyah meriwayatkan setiap kali dia sakit, Rasulullah akan datang kepadanya untuk menunjukkan simpatinya.

Sering-seringlah memberi hadiah

Memberi hadiah didukung oleh Rasulullah yang memandang pertukaran hadiah sebagai tanda cinta.

Simpanlah kenang-kenangan baik tentang istri dan hormati temannya

Siti Aisyah meriwayatkan Nabi selalu menyimpan kenangan tentang Siti Khadijah yang telah mendukung dan memberi semangat pada beliau selama tahun-tahun yang sulit di Makkah. Rasulullah sering memberi hadiah kepada teman-teman Khadijah sebagai ungkapan perasaan dan cintanya yang tidak berkurang untuk istri pertamanya itu.

Baca Juga:  Islam, Yuk! Tinggalkan Penyakit Maksiat

Selalu tersenyum pada istri

Telah banyak diriwayatkan tentang sikap Nabi yang ramah, “Tidak ada yang tersenyum sesering beliau.” Hal ini benar-benar sesuai dengan hadits, “Tersenyum kepada saudara-saudaramu Muslim adalah ibadah.”

Jangan menganggap remeh hal kecil

Hal kecil tersebut misalnya, menyuapi istri, membukakan pintu mobil untuknya, dan sebagainya. Ingat Anda akan diberi pahala oleh Allah untuk kebaikan yang Anda tunjukkan kepada istri. Seperti kata Rasulullah, “Seseorang akan diberi pahala untuk apa pun yang dilakukan karena mengharap ridha Allah, bahkan makanan yang disuapkan pada istrinya.” Rasulullah juga mengulurkan kakinya untuk membantu istrinya naik ke punggung unta. 

Akhirnya, wajar saja jika pasangan bersumpah saling mencintai sehidup semati. Kita percaya sumpah ini baik, bahkan sangat baik, tetapi tidak cukup!

Tidak cukup Anda mencintai istri Anda. Anda harus mencintai apa yang dia cintai juga. Keluarga dan orang-orang yang dicintainya pun hendaknya menjadi orang-orang yang Anda cintai.

Tentu saja contoh terbaik dalam hal ini adalah Rasulullah yang cintanya pada Siti Khadijah, istri pertamanya, mencakup semua yang disukai Khadijah dan terus berlanjut bahkan setelah kematian wanita itu. Beberapa tahun setelah wafatnya Khadijah beliau tetap tidak bisa melupakannya.

Baca Juga:  Islam, Kesabaran Menahan Lapar

Setiap kali seekor kambing disembelih di rumahnya, Nabi akan menyerahkan beberapa porsi dari daging tersebut ke keluarga dan teman-teman Siti Khadijah. Dan setiap kali Rasulullah merasa bahwa tamunya adalah saudara perempuan Siti Khadijah, Halah, beliau akan berdoa, “Ya Allah, semoga ini Halah.”

Bercanda dan berbagi minat dengan istri

Rasulullah tidak pernah menjaga jarak dengan istri-istrinya sekolah mereka lebih rendah dari nya. Sebaliknya beliau memasukkan “bercanda bersama istri” sebagai salah satu hiburan yang halal. Beliau berkata, “Tidak ada hiburan yang berharga kecuali tiga hal, yaitu berkuda, bersenda gurau dengan istri, dan memanah.” (HR Abu Dawud, Majah, dan Baihaqi)

Sebagai ilustrasi, Nabi Muhammad mencari waktu untuk pergi ke gurun dan melakukan balapan dengan Siti Aisyah. Siti Aisyah mengejar Rasulullah dan setelah kelelahan, Rasulullah mengajar Siti Aisyah. Suatu kali Beliau pernah mengajak istrinya menonton pemuda-pemuda Ethiopia bermain dan menarikan tarian rakyat