Islam Larang Berburuk Sangka

Penaindonesia.co.id-Newnormal-Bismillah. Berburuk sangka termasuk dalam akhlak yang buruk bagi seseorang. Apabila seseorang melakukannya maka hidupnya pun akan selalu diliputi dengan rasa tidak tenang dan jauh dari rahmat Allah.

Dalam Al Quran dan hadits pun sudah banyak dijelaskan mengenai hukum dari perilaku buruk sangka. Contohnya saja dalam QS. Al-Hujurat : 12, Allah SWT berfirman.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا

Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan berprasangka, karena sesungguhnya sebagian tindakan berprasangka adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain

Hal ini kemudian diperkuat dengan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Bukhari nomor 6064 dan Muslim nomor 2563. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabada.

إِيَّا كُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَحَاسَدُوا وَلاَتَدَابَرُوا وَلاَتَبَاغَضُوا وَكُوْنُواعِبَادَاللَّهِ إحْوَانًا

Berhati-hatilah kalian dari tindakan berprasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dusta ucapan. Janganlah kalian saling mencari berita kejelekan orang lain, saling memata-matai, saling mendengki, saling membelakangi, dan saling membenci. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara

Nasihat untuk Orang Buruk Sangka

Menasihati orang yang berburuk sangka tidaklah harus dengan cara melalui kekerasan. Ada baiknya kita untuk menasihati seseorang secara lisan guna menjaga akhlak seseorang.

Adapun langkah yang dapat dilakukan mengenai hal tersebut menurut seorang ulama terpandang Imam Bakr al-Muzani di antaranya adalah seperti diuraikan di bawah ini.

Nilailah Sesama Manusia Secara Keseluruhan

Dalam menasihati orang yang berburuk sangka ini, pendapat dari Imam Bakr al-Muzani berpandangan bahwa janganlah menilai seseorang dari dua sisi saja. Misalkan mengenai mulia dan hina, atau baik dan buruk saja. Melainkan menilai manusia secara keseluruhan. Mengingat manusia adalah makhluk Allah yang dibekali akal dan pikiran.

Apabila seseorang ingin menilai sebuah kesalahan, lakukan dengan dilandasi keinginan untuk memperbaikinya. Jadi, tidak hanya sekadar mengutuk maupun menghujat perbuatan buruknya.

Oleh karena itu, sebagai seorang manusia meski berbuat kesalahan tentu seseorang pernah berbuat kebaikan sekecil apapun.

Berprasangka Buruk Tidak Ada Manfaatnya

Disadari atau tidak, ketika kita berprasangka buruk tentu tidak akan ada manfaatnya bagi kedua belah pihak. Baik itu pihak yang dibicarakan maupun pihak yang membicarakan orang lain. Menyambung dari hal di atas, Imam Bakr al-Muzani berpandangan bahwa seseorang yang memiliki buruk sangka apabila dirinya benar tidak akan mendapat pahala. Sebaliknya, jika berdosa malah akan menambah dosanya.

Kemudian, apabila dibiarkan dikhawatirkan buruk sangka ini dapat mengubah akhlak baik menjadi hal buruk. Misalnya saja terjadi perselisihan, pertikaian, dan perpecahan pada sesama umat muslim. Maka dari itulah, alangkah baiknya bila seseorang memandang sesamanya dengan prasangka yang baik (husnudzan) daripada memandang keburukannya saja.

Selalu Memperkuat Iman dan Takwa kepada Allah

Hal terakhir yang bisa dilakukan untuk menasihati orang yang berburuk sangka adalah dengan selalu mempertebal iman dan takwa kita kepada Allah SWT. Dalam Al Quran berburuk sangka disebut dengan Tajassus. Tajassus ini adalah bagian dari kemunafikan.

Ketika seseorang dipenuhi dengan kemunafikan dan selalu dipenuhi buruk sangka, hal itu akan mempertebal dosa. Jika hal tersebut terjadi, maka seseorang akan merasa jauh dari rahmat Allah. Oleh karenanya, hendaknya kita selalu mendekatkan diri kepada Allah terutama dalam hal memandang orang lain di sekitar kita. Melalui cara dan nasihat ini juga kita akan selalu dalam naungan dan perlindungan-Nya.

Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa berprasangka buruk ke sesama justru akan membawa seseorang terjerumus ke jurang keterpurukan dan dijauhi oleh Allah SWT. Semoga dengan pemaparan tersebut kita bersama-sama belajar menjadi manusia yang selalu berperilaku dan memiliki akhlak baik dalam setiap sendi kehidupan.

Wallahu a’lam bisshawwab