Islam, Awas Penyakit Dendam

Penaindonesia.co.id-Bismillah. Saudaraku seiman, agama Islam selalu menjunjung tinggi keluhuran akhlak bagi pemeluknya. Setiap insan yang dapat menghindari pertengkaran apa pun bentuknya, merupakan suatu perilaku akhlak yang luhur apakah lagi yang mampu menghilangkan dendam dalam hatinya manakala dia disakiti orang lain.

”Barangsiapa meninggalkan pertengkaran sedang ia salah, maka akan dibangunkan untuknya rumah di sekitar surga. Dan barangsiapa meninggalkan pertengkaran padahal ia benar, maka akan dibangun untuknya rumah di lantai tengah surga, sedang barangsiapa yang membaguskan akhlaknya, akan dibangun baginya rumah di tingkat paling atas surga,” (HR Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Baihaqi). 

Baca Juga:  Islam, Jaga Hati Dengan Asmaul Husna

Pertengkaran seringkali membawa seseorang atau sekelompok orang untuk melakukan perbuatan-perbuatan di luar batas-batas perikemanusiaan. Pada mulanya hal itu sering diawali dengan kasus-kasus yang sepele. Karena penyelesaiannya tidak diiringi jiwa besar, maka yang terbawa hanyalah dendam kesumat. 

Memasuki tahun kedua abad ke-21, negeri kita tercinta ini masih saja diperciki  darah anak-anak bangsanya. Peristiwa pembunuhan sekelompok etnis oleh kelompok etnis yang lain telah menambah keruh dan rusaknya tatanan hidup berbangsa dan bernegara. Sifat-sifat jahiliyah tampaknya telah semakin tertanam di dalam jiwa sebagian masyarakat kita. 

Baca Juga:  Islam, Bersholawat Atas Rasul (Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam

Rasulullah SAW dalam pembinaan mental spiritual umatnya telah menekankan agar senantiasa menjauhi segala bentuk pertengkaran, baik dalam posisi benar maupun salah, serta selalu berjiwa besar dan berlapang dada dalam menyelesaikan setiap perselisihan agar tidak timbul dendam yang berkepanjangan.

Dalam kesempatan lain beliau bersabda, ”Sesungguhnya lelaki yang paling dibenci Allah ialah yang paling gigih dalam permusuhan,” (HR Bukhari dan Muslim).