Indahnya kesabaran

Pena Indonesia,co,id – Lawan CORONA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (Bismillahirrahmanirrahim). Salam sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 24).

Al Quran dalam berbagai ayatnya, banyak menerangkan tentang keutamaan sabar sebagai sebuah keindahan dalam menyikapi persoalan hidup sebagaimana perintah Allah SWT kepada Rasulullah SAW, juga kisah-kisah para nabi yang diceritakan dalam Al-Quran.

Dalam beberapa ayat, kata sabar diiringi dengan kata jamil (indah). Karena, Allah memang telah menjanjikan bagi mereka yang bersabar akan mendapat keindahan pada akhirnya. Sebagaimana firman-Nya, “Salam sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah nikmatnya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 24).

Sabar adalah menahan diri untuk tetap berada dalam ketaatan kepada Allah SWT, baik dalam keadaan lapang maupun sempit; dalam keadaan derita maupun bahagia; dan dalam keadaan suka maupun duka. Allah memerintahkan untuk memohon kepadanya dengan sikap sabar dan berdoa kepada-Nya lewat salat..

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan (salat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45).

Kata sabar itu begitu banyak diungkapkan dalam Al Quran. Satu yang dijelaskan dalam ayat Al Quran adalah bahwa siapa yang bersabar, maka Allah akan menyempurnakan ganjaran baginya tanpa perhitungan (hisab). Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan penyambutan dari malaikat atas kesabarannya tersebut.

Sabar ini erat kaitannya dengan tekad dan kemauan kuat. Kenapa Nabi Adam as sampai terusir dari surga? Karena, Allah tidak menemukan tekad yang kuat untuk bertahan dari godaan iblis laknatullah pada diri Nabi Adam as.

“Dan sesungguhnya telah kami perintahkan kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak kami dapati padanya kemauan yang kuat.” (QS. Thaha: 115).

Karena tidak adanya tekad atau kemauan yang kuat untuk bersabar dalam ketaatan, maka Nabi Adam as kemudian lupa dan tergelincir dalam kemaksiatan dengan memakan buah khuldi. Ia terpesona dengan bujuk rayu iblis yang menyebabkannya tergelincir dan terusir dari surga.

Jadi, kesabaran butuh tekad yang kuat, butuh kemauan yang terpatri, agar Allah SWT menganugerahi kepada kita kemampuan untuk menahan diri. Sungguh, sikap sabar ini sangatlah berat, kecuali dilakukan oleh orang-orang yang khusyuk.