Hormati IBU-mu

Pena Indonesia.co.id – Kita sudah sering terdengar bahwa surga di bawah telapak kaki ibu. Nampaknya istilah itu sudah tak asing lagi didengar. Bukan tanpa alasan, keberadaan ibu sangat diutamakan dalam sebuah keluarga.

Ibu, tak hanya mengurus anak, merapikan perabotan, atau melakukan pekerjaan yang selayaknya dilakukan seorang ibu rumah tangga. Namun lebih dari itu, mereka harus bisa menjamin keharmonisan di lingkungan sekitar. Menjadi ibu bukanlah pekerjaan mudah, betapa mulianya posisi mereka sehingga mendapat jaminan surga dari Allah SWT.

Suatu saat Nabi Muhammad ditanya: Dari Abu Hurairah r.a, Rasululloh SAW bersabda, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu” (HR. Bukhari dan Muslim : 5971)

Pada dasarnya, ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Ini sesuai dengan hadits Rasullullah SAW  “Al -Ummu madrasah Al-ula.” Ibulah sosok pertama yang akan menanamkan norma-norma kebaikan dalam kehidupan manusia, sekaligus menjadi teladan dalam bersikap. Tanggung jawab ibu begitu besarnya dalam mendidik seorang anak, sehingga sudah sewajarnya kita menghormati, dan menaati apa-apa saja yang diperintahkan. Agama Islam mengharuskan setiap anak untuk berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama terhadap ibu. Perintah berbuat baik kepada ibu dan bapak ini banyak ditemukan dalam Al-Qur’an.

Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (QS Al Isra’ : 23).

Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (QS Al Isra’ : 24).

Ayat tersebut menjelaskan betapa sosok ibu harus diperlakukan dengan sangat baik, bahkan Allah SWT melarang seorang anak untuk mengatakan ‘ah’ atau menolak permintaan kedua orang tuanya, selama itu masih wajar dan tidak menyimpang dari syariat agama. Ibu ibarat malaikat bagi anak-anaknya. Malaikat tak bersayap yang tak mengenal kata lelah dalam menjalankan tugas mulia.