Hakim Tolak Eksepsi Pendeta Cabul “Rasakno Yo di Tolak”

PenaIndonesia.co.id-Lawancorona. Sidang lanjutan kasus pencabulan terhadap jemaatnya IW (26) dengsn agenda putusan sela, ternyata nota Keberatan (eksepsi) Hanny Layantara (50) ditolak dari majelis hakim dalam putusan sela yang dibacakan di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (04/06/2020).

Jeffry Simatupang, penasihat hukum (PH) terdakwa Hanny Layantara, saat ditemui usai persidangan menyampaikan bahwa dalam putusan sela dinyatakan perkara akan diperiksa dalam pokok perkaranya. “Artinya eksepsi kami tidak dapat diterima,”ucap Jeffry.

PH yang pernah menangani kasus Henry J Gunawan tersebut menambahkan akan mempersiapan pembuktian kebenaran materiil terkait apakah kliennya melakukan tindak pidana seperti yang didakwakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabetania R. Paembonan dan Rista Erna dari Kejaksaan Tinggi Jatim.

“Minggu depan tentu akan hadir saksi dari kejaksaan dari berkas (berita acara pemeriksaan). Hal yang pakem saksi yang pertama dihadirkan harus saksi korban,”imbuhnya.

Lebih lanjut Jefrry menyampaikan terkait tindak pidana kliennya yang sudah kadaluarsa. Karena menurutnya, kasus dugaan pencabulan ini terjadi sudah 14 tahun yang lalu, sedangkan ancaman hukumannya 15 tahun penjara.

“Kami tetap pada eksepsi kami bahwa tindak pidana kadaluarsa. Karena ancaman 15 tahun, masa kadaluarsanya 12 tahun, ini sudah 14 tahun,”katanya.

Sedangkan terkait ada motif lain atas pelaporan perkara ini, Jeffry enggan berkomentar banyak dan berandai-andai.”Wah kita ngga ngerti. Coba tanyakan kepada korban. Kita ngga mau berandai-andai terkait motif lain pelaporan perkara ini,”ujar Jeffry.

Diakhir wawancara, Jeffry berharap agar kejaksaan dapat menghadirkan saksi-saksi yang sudah di sumpah. “Jangan nanti beralasan saksi tidak dapat hadir lalu dibacakan. Jelas nanti kami akan keberatan,”tandasnya.

Terpisah, JPU Rista Erna saat dikonfirmasi melalui pesan singkat Whatsapp telepon genggamnya, tekait tanggapannya atas putusan sela majelis hakim tidak berkomentar.