Dugaan Gratifikasi Bupati Saiful Ilah, KPK Akan Menindak Lanjuti

Penaindonesia.co.id-Newnormal. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan bahwa akan menindaklanjuti laporan Jawa Corruption Watch (JCW) terkait dugaan gratifikasi berupa emas batangan yang diberikan Kepala Dinas dan Kabag pada saat ulang tahun Bupati Sidoarjo Nonaktif Saiful Ilah melalui Sekda Sidoarjo Achmad Zaini.

Hal itu disampaikan Juru Bicara KPK Ali Fikri kepada Harian Merah Putih, Minggu (16/8/2020).

“Terkait informasi adanya laporan tersebut nanti akan kami cek. Namun demikian, KPK tentu mengapresiasi peran serta masyarakat dalam pengungkapan kasus2 korupsi,” kata Ali Fikri melalui pesan whatsapp-nya, Minggu (16/8/2020).

Dijelaskan Ali Fikri, peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia sangat penting. Untuk itu, Ali Fikri meminta kepada masyarakat agar tidak takut untuk melaporkan kasus korupsi kepada KPK.

“KPK menyadari peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangat penting, untuk itu masyarakat yang mengetahui adanya dugaan Tipikor dapat melaporkan kepada KPK melalui Pengaduan masyarakat,” terang Ali Fikri.

Namun, Ali Fikri mengatakan bahwa laporan korupsi yang diterima KPK akan lebih dulu dilakukan verifikasi untuk mengetahui apakah laporan masyarakat itu memang memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

“KPK memastikan akan menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dengan lebih dahulu melakukan verifikasi dan telaah terhadap laporan tersebut, apakah masuk ranah tindak pidana korupsi dan menjadi kewenangan KPK,” kata Ali Fikri.

Apalagi menurut Ali Fikri, jika berdasarkan laporan yang dibuat masyarakat itu KPK menemukan minimal dua bukti permulaan yang cukup terkait dugaan gratifikasi berupa emas batangan kepada Bupati Sidoarjo Non Aktif Saiful Ilah yang diberikan oleh para Kepala Dinas dan Kabag di Pemkab Sidoarjo melalui Achmad Zaini selaku Sekda Sidoarjo, maka KPK akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Apabila kemudian setelahnya ditemukan setidaknya ada dua bukti permulaan yang cukup maka KPK tentu akan menindaklanjuti dan memprosesnya sesuai ketentuan UU yang berlaku,” tukas Ali Fikri.

Diketahui, Sekretaris Daerah Sidoarjo, Achmad Zaini membuat pengakuan mengejutkan saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi dengan terdakwa bupati Sidoarjo nonaktif, Saiful Ilah, di pengadilan Tipikor Surabaya, pada Rabu (8/7/2020) lalu.

Dalam kesaksiannya, Zaini mengatakan bahwa setiap Bupati ulang tahun, para kepala dinas dan kepala bagian biasa memberikan hadiah.

Dia mencontohkan, pada 2018, mereka menghadihi dua batang emas, masing-masing seberat 25 gram.

Zaini menyebut pemberian hadiah ini merupakan kebiasaan setiap ulang tahun Saiful Ilah.

Pernyataan Zaini ini selaras dengan foto dua emas batangan yang sempat ditunjukkan jaksa KPK dalam sidang.