Dittahti Polda Jatim Raih Penghargaan Promoter Reward dari Lemkapi

Pena Indonesia.co.id – Lembaga Kajian Kepolisian Indonesia memberikan penghargaan apresiasi kepada Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dittahti) Polda Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diberikan atas terobosan kreatif dan inovasi dalam menciptakan aplikasi E-Tahti Semeru yang memudahkan masyarakat saat akan menjenguk keluarganya yang ditahan di Mapolda Jatim.

Penghargaan yang diberikan langsung oleh Direktur Eksekutif LEMKAPI DR. Edi Saputra Hasibuan, SH, MH kepada Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) AKBP. Sutrisno HR dengan disaksikan langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Jum’at (6/12)

“Inovasi yang dilakukan Dittahti Polda Jatim dengan menggunakan aplikasi ini pertama di Indonesia. Ini bentuk penghargaan dari Lemkapi kepada Polda Jatim yang telah bekerja secara profesional, modern, dan tepercaya,” kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan.

Selain inovasi aplikasi, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polda Jatim juga cukup tinggi.

Baca Juga:  Dikukuhkan Kapolda Jatim, Perubahan Tipe Polres Jadi Polresta Banyuwangi

“Dari hasil survei yang telah kami lakukan pada November 2019 lalu dengan 500 responden, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polda Jawa Timur mencapai 80,2 persen. Ini menjadi indikator bahwa Polda Jatim telah bekerja secara profesional, modern, dan tepercaya,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Tahanan dan Barang Bukti yang telah melakukan inovasi melalui aplikasi untuk pelayanan tahanan.

“Aplikasi ini pertama kali ada di Polda Jatim. Polda lain belum ada. Nanti akan kami kembangkan untuk dapat diterapkan di polres jajaran Polda Jawa Timur,” ungkap Luki.

Ditemui usai kegiatan penyerahan penghargaan, Direktur Tahti Polda Jawa Timur AKBP Sutrisno HR menjelaskan bahwa aplikasi Tahti Semeru bisa diunduh lewat playstore android.

Baca Juga:  Sodomi Bocah Dibawah Umur, Pria Paruh Baya Diamankan Polisi

“Bagi masyarakat yang ingin besuk keluarganya yang sedang ditahan di Polda Jawa Timur bisa jadwalkan kunjungan lewat aplikasi. Jadi nanti dapat jadwal kapan dan jam berapa, dan kalau melewati batas jadwalnya maka hangus dan harus jadwal ulang. Ini untuk memudahkan agar lebih tertib juga,” kata AKBP Sutrisno.

Sutrisno juga menambahkan bahwa melalui aplikasi tersebut masyarakat yang ingin menjenguk keluarganya juga bisa dilakukan lewat video call.

“Durasinya video call nya selama 10 menit, nanti akan ada anggota kami yang membantu melakukan video call tahanan dengan keluarganya. Namun, itu hanya untuk melepas kerinduan dengan keluarga, sedangkan bila ada pembahasan terkait kasusnya, maka sambungan akan diputus oleh anggota kami,” pungkas perwira dengan pangkat dua melati ini.