Diskominfo Jatim Siap Pelajari dan Terapkan Metode CIEL

Penaindonesia.co.id. Pemerintah provinsi Jawa timur dan PT Markplus Indonesia telah melakukan kerjasama dalam hal pengembangan SDM Aparatur Sipil Negara (ASN) menggunakan metode CIEL (Creativity, Innovation, Entrepreneurship, Leadership). Menindaklanjuti kerjasama di bidang SDM itu, Dinas Kominfo Jatim memastikan siap mempelajari dan menerapkan metode CIEL.

“Kerjasama dengan Markplus dalam metode CIEL ini menjadi terobosan baru dari BPSDM Jatim. Seperti yang telah disampaikan Ibu Gubernur (Khofifah Indar Parawansa), kami dari Diskominfo Jatim siap mengimplementasikan CIEL. Memang hari ini baru penandatanganan kerjasama dan seminar, nanti ke depan saat sudah mulai diajarkan dan diterapkan, kami siap,” kata Kepala Diskominfo Jatim yang diwakili Sekretaris, Aju Mustika Dewi saat dikonfirmasi, Jumat (2/10/2020) sore.

Menurutnya, konsep CIEL akan sangat bermanfaat, khususnya bagi pejabat pengawas dan administrator di tingkat eselon III dan IV. Namun, lanjut dia, tak menutup kemungkinan bagi seluruh staf di Diskominfo Jatim, karena juga pelajaran manajemen dan kepemimpinan yang diajarkan bisa diterapkan di tingkat keluarga dan masyarakat.

“Selama ini kan konsep leadership hanya dipelajari ASN saat Diklat PIM saja untuk pembinaan SDM pejabat dan itu difokuskan hanya untuk pejabat eselon. Kalau tidak ikut, maka tidak menerima bagaimana menjadi pemimpin yang baik. Namun CIEL ini juga bisa diikuti oleh seluruh staf untuk meningkatkan kinerja dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya,” jelasnya.

Dalam konsep CIEL yang dijelaskan dalam seminar, lanjut dia, tidak hanya penguatan kinerja pada pekerjaan tapi pada menguatkan manusianya dalam menciptakan kreativitas, inovasi, kewirausahaan, dan kepemimpinan. “Setidaknya jurus atau cara menjadi pemimpin yang baik atau menuju kesana akan diajarkan. Ini tentu sangat berguna bagi seluruh ASN,” ungkapnya.

Menurutnya, ASN di jajaran Diskominfo Jatim memiliki pelbagai macam karakter dan kemampuan. “Masing-masing person bawa kharismanya sendiri. Untuk menyempurnakan, maka CIEL ini penting, karena masih adanya ASN yang kurang menyadari pelaksanaan tupoksi. Membuat kreativitas yang off the box, seperti kata Ibu Gubernur, masih ada (ASN) yang belum berani, karena sungkan dengan pimpinan dan SOP yang ketat. Maka cara berpikir ini harus diubah tanpa melanggar aturan yang ada,” pungkasnya.