Dinas Sosial Bersama RSJ Menur bebaskan 9 Orang Ganguan Jiwa Dari Pasungan

Pena Indonesia.co.id – 9 Orang yang menyandang Gangguan Jiwa (OGGJ) dari Kabupaten Bangkalan dievakuasi tim RSJ Menur Surabaya dan Dinas Sosial Provinsi Jatim untuk dirawat di RSJ Menur Surabaya.

Dirut RSJ Menur, dr Muhammad  Mufidin Ilham S.An, bersama Kepala Dinas Sosial Jatim Dr Alwi dan Kepala Dinas Kabupaten Bangkalan terjun langsung dan terlibat dalam pembebasan pasung ini. Mereka yakni atas nama Ajib 30 tahun dari Desa kemoning Kec Tragah Kabupaten Bangkalan yang sudah di pasung mulai dari usia 16 tahun.

Dr Muhammad Mufidin Ilham S.An, Dir Rumah Sakit Jiwa Menur Surabaya mengatakan, program melepas pasung bagi penderita OGGJ merupakan program dari Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan kebijakan program Jatim bebas pasung.

“Setelah dari kabupaten Malang lalu, kami langsung bergerak dan kabupaten Bangkalan merupakan sasaran kami, dan ada 9 penderita OGGJ hari ini kami bebaskan dan evakuasi ke RSJ Menur dengan bekerjasama Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Dinas Sosial Jatim dan RSJ Menur,” ujar Dirut RSJ Menur ini.

Diharapkan setelah pengobatan di RSJ Menur ini, penderita akan disosialisasikan di UPT Dinsos Bangkalan dan kalau OGGJ sudah membaik dikembalikan ke keluarga dan berharap tidak kembali dipasung.

Sementara, Kadinsos Jatim Dr Alwi, menjelaskan pembebasan pasung ini menindaklanjuti kebijakan Gubernur Jatim Ibu Khofifah Indar Parawansa yaitu Jatim Bebas pasung 2024, yang pembebasannya dilakukan secara bertahap. Bila program 2024 Jatim terbebas dari pasung, maka selanjutnya akan bersinergi dengan RSJ Menur dan Dinas Kesehatan untuk bersama-sama secara bertahap bagaimana cara-cara melakukan pembebasan.

“Harapan kami mudah-mudahan pembebasan pasung bagi OGGJ berjalan dengan lamcar dan hal yang sama juga akan dilakukan di kabupatem-kota se Jatim,” tuturnya.    

Ditempat yang sama,

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo, mengatakan pihaknya sangat berterima kasih dengan program Ibu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan program bebas pasung 2024. Program ini sudah lama ditunggu, karena penderita OGGJ di kabupaten Bangkalan sebanyak 112 orang dan terbanyak di Jatim.

Dinkes Bangkalan sangat mengapresiasi program ini meski bertahap yang nantinya 112 penderita OGGJ terpasung di Bangkalan akan habis setelah di bawa ke RSJ Menur. “Kami berharap bisa sembuh/sehat dan normal bisa berkumpul dengan masyarakat dan keluarganya,” ujar Sudiyo.

Anggota DPRD Jatim, Matur Husyairi, dalam kesempatan itu juga mengatakan, kehadirannya untuk melihat OGGJ yang dipasung bisa sembuh dan berkurang jumlahnya. Ia mengakui, bahwa baru mengetahui kalau kabupaten Bangkalan ternyata merupakan kabupaten yang paling banyak penderita OGGJ terpasung, yaitu 112 orang. “Kami sangat berterima kasih pada Dinkes kabupaten Bangkalan, Dinsos Jatim dan RSJ Menur yang telah bekerja secara maksimal untuk penderita OGGJ bebas dari pasung, semoga langkah baik kita mendapatkan ridho dari Allah,” ujar Matur Husyairi. (kominfo)