Diduga Sebarkan Ajaran HTI Rumah Warga di Pasuruan Digeruduk Banser

Penaindonesia.co.id-newnormal. Rumah seorang warga berinisial AH di-sweeping banser di tahun baru Islam. Ia dinilai memberikan ajaran menyimpang, melecehkan salah seorang ulama besar di media sosial serta mencoret foto Presiden Joko Widodo (Jokowi). AH juga disangka kuat menganut organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Rumah AH berada di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sweeping di rumah yang juga tokoh masyarakat itu dilakukan pada Kamis (20/8) kemarin.

Dengan mengendarai kendaraan bak terbuka, puluhan satgas ormas itu mendatangi rumah AH. Kedatangan satgas berseragam lengkap mendapati dugaan penyebaran ideologi khilafah.

Saat itu, ketegangan dengan seorang yang disinyalir pemilik yayasan pendidikan tak terhindari karena berusaha mengelak. Padahal, di tempat ini juga ditemukan foto Presiden Jokowi yang dicoret- coret dan yang dipajang di ruang kelas lembaga religius formal. Bahkan, tak ada bendera sang saka merah merah putih.

Menurut Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Bangil, Kabupaten Pasuruan, Saad Muafi, bahwa aksi berawal ditenggarai dari unggahan di media sosial yang melecehkan salah seorang ulama besar yakni Habib Luthfi.

“Kami mendapatkan disini ada HTI yang dilarang. Kita akan serbu bila tidak ditutup,” tuturnya.

Untuk menjauhkan hal yang tidak dimungkinkan, Polres Pasuruan mendatangi lokasi kejadian dan memastikan menerima laporan polisi dari banser terkait pelecehan presiden dan memastikan akan langsung memproses hukum dalam waktu secepatnya.

“Kami akan pelajari ini,” ujar Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto.

Beberapa barang bukti berupa foto kopi unggahan di medsos dan foto presiden dicoret diamankan oleh polisi. Selanjutnya, GP Ansor Bangil akan mengirim surat ke Kemenag kabupaten setempat untuk mencabut izin sekolah yang dinilai sebagai tempat berlindung.