Diduga Lakukan Penipuan Kredit, Wanita Kakak Beradik Diadili

Pena Indonesia.co.id – Terdakwa Anggraini Puspitasari dan Arieke Iswanti, terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan dengan kerugian mencapai puluhan juta rupiah yang merugikan PT. HCI (Home Credit Indonesia), mulai menjalani sidang perdananya, pada Selasa (21/10/2019) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Dua terdakwa kakak beradik tersebut, hanya duduk tertunduk, ketika dakwaannya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Surabaya, Damang Anubowo.Dengan raut muka masam keduanya hanya bisa terdiam mendengarkan dakwaan untuknya.

“Para terdakwa didakwa telah melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang merugikan PT. HCI sebesar Rp. 38.054.700,-” kata Damang saat membacakan sirat dakwaannya di ruang Garuda 2.

Baca Juga:  Tiga Pengguna Narkoba di Vonis 4 Tahun Penjarah

Perbuatan kedua terdakwa dijerat dengan Pasal 378 KUHP, tentang penipuan, atau dakwaan kedua diancam pidana Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Pada persidangan yang dipimpin oleh Hakim Dwi Winarko itu, Jaksa Damang juga menerangkan awal kronologi perkara itu terjadi. Dimana kedua terdakwa berpura-pura menjadi sales PT. HCI (Home Credit Indonesia) bagian Mistery Shoper (MS), yang bertugas mencari orang untuk berpura-pura sebagai customer dan mengajukan pengajuan kredit. 

“Kemudian para terdakwa melakukan perekrutan pemohon kredit yaitu saksi Rio Dwi Saputra, saksi Muhammad Sigit Fitrony, saksi Wahyu Kurniawan Saputra dan saksi Arief Budi Santoso dan diberi tugas untuk melakukan pengajuan kredit berupa laptop kepada sales dari PT. HCI,”beber Damang (jk)

Baca Juga:  Tiga Pengguna Narkoba di Vonis 4 Tahun Penjarah