Cabuli 11 Anak, Polda Amankan Ketua Ikatan Gay Tulungagung

Pena Indonesia.co.id – Ditreskrimum Polda Jatim melalui Unit III Asusila Subdit IV Renakta, berhasil mengamankan Mochamad Hasan alias Mami Hasan (41) warga Sembung, Kecamatan Tulungagung, Kabupaten Tulungagung.

Pria yang diketahui sebagai Ketua Ikatan Gay Tulungagung (IGATA), ditangkap lantaran telah melakukan tindakan asusila terhadap sebelas korban anak laki-laki dibawah umur.

Sebelas korban tersebut berinisial MH (17), JP (17), ND (17), YG (17), HEN (17), DN (17), FB (15), FR (16), IK (17), DN (17) dan SD (18) semuanya adalah warga Kabupaten Tulungagung, Jawa timur.

Dihadapan awak media, Dirreskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Pitra Andrias Ratulangi mengatakan bahwa pelaku ditangkap setelah mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya perbuatan asusila terhadap anak dibawah umur dengan korban laki laki.

Baca Juga:  Jatim Raih 3 Emas Anugerah Proper 2019

“Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut, petugas kemudian melaksanakan penyelidikan dan akhirnya melakukan penangkapan terhadap pelaku Mami Hasan,” terang Pitra, Senin (20/1).

Kepada petugas, pelaku mengaku dalam menjalankan aksinya kerap mengiming-imingi uang kepada calon korban yang sedang asyik nongkrong di warung kopi yang dikelolanya.

“Modusnya, dengan membujuk anak-anak yang nongkrong di kedai kopinya, dengan iming-imingi uang Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu,” tambah Pitra.

Setelah terjebak dengan rayuannya, pelaku kemudian mengajak korban ke rumahnya di Kelurahan Sembung RT 2 RW 4, Kecamatan Tulungagung.

Baca Juga:  Lawan COVID 19, Gubernur Jatim: Pasien Positif Kini Sembilan Orang

“Didalam rumah itulah, pelaku kemudian melakukan aksinya mencabuli korbannya dan aksi tersebut dilakukan tersangka sejak tahun 2018,” pungkas Pitra.

Dari hasil ungkap kasus ini, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa celana dalam, KK, Akte Kelahiran, Foto laki-laki setengaj bugil, Akte pendirian IGATA, Sprei, kondom, 4 buah pelumas, buku pembukuan IGATA, 3 buku panduan seks Gay, VCD komunitas Gay serta 3 buah Hanphone.

Saat ini tersangka beserta barang bukti diamankan di Mapolda Jatim, dan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka terancam pasal 82 Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2016, Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.