BMKG: Jatim,Waspadai Hujan Lebat Disertai Kilat Tiga Hari ke Depan

Pena Indonesia.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, tiga hari ke depan, 20-23 Januari 2020, sejumlah provinsi diguyur hujan dengan intensitas lebat. Beberapa provinsi tersebut, termasuk Jawa Timur, akan terjadi hujan ini dengan disertai kilat/petir.

Dilansir dari Kominfo Jatim, “Sirkulasi siklonik di sekitar Selat Karimata masih teridentifikasi aktif dan menyebabkan terbentuknya pola konvergensi serta belokan angin yang dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia bagian barat,” tulis BMKG dalam siaran tertulisnya, Minggu (19/1/2020).

Selain itu, tingkat labilitas udara yang signifikan cukup berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Berdasarkan kondisi tersebut, BMKG memprakirakan dalam periode sepekan ke depan, curah hujan dengan INTENSITAS LEBAT yang dapat disertai kilat/petir,” info BMKG.

Prakiraan BMKG, wilayah yang diguyur hujan lebat dan dapat disertai petir pada periode 20-23 Januari 2020, yakni:

– Jawa Timur

– Jawa Barat

– Jawa Tengah

– DKI Jakarta

– Sumatera Utara

– Sumatera Barat

– Riau

– Kepulauan Riau

– Jambi

– Bengkulu

– Bangka Belitung

– Sumatera Selatan

– Lampung

– Aceh

– Bali

– Kalimantan Barat

– Kalimantan Tengah

– Kalimantan Selatan

– Sulawesi Barat

– Sulawesi Tengah

– Sulawesi Selatan

– Sulawesi Tenggara

– Papua

Berdasarkan Peta Prakiraan Berbasis Dampak Hujan Lebat di Indonesia, BMKG memperingatkan agar masyarakat waspada akan potensi banjir dan longsor untuk 2 hari ke depan. Wilayah yang perlu waspada yaitu:

– Sumatera Barat (siaga)

– Sumatera Selatan (siaga)

– Jambi (siaga)

– Bengkulu (siaga)

– Jawa Barat (Siaga)

– Aceh (Waspada)

– Sumatera Utara (Waspada)

– Lampung (Waspada)

– Jawa Tengah (Waspada)

– Jawa Timur (Waspada)

– Sulawesi Selatan (Waspada).

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button

DATA COVID-19

Omicron