Berserah Diri kepada Allah SWT

PenaIndonesia.co.id-LawanCorona. Bismillahi Rahmanir Rahim, Manusia hendaknya berserah diri kepada Allah SWT. Sikap berserah diri dapat ditunjukkan dalam hidup dengan hanya mengandalkan Allah SWT dalam setiap hal, di mana saja dan kapan saja.

Menurut ulama, kemampuan berserah diri merupakan satu keberuntungan tersendiri bagi manusia. Hal ini juga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi yang menjalaninya.

Rasulullah SAW adalah salah satu utusan Allah SWT yang senantiasa berserah diri. Dalam salah satu doanya, beliau pernah berkata, “Duhai Allah, wahai Yang Maha Menguasai, mengurus segalanya sendiri, dengan rahmat-Mu ya Allah, tolong saya perbaiki urusan saya seluruhnya dan jangan serahkan pada saya walau sekejap mata,” ujar Aa Gym menirukan salah satu doa Rasulullah SAW.

Sikap berserah diri akan membawa manusia pada pertolongan Allah SWT dalam menghadapi setiap permasalahan. Sayangnya, tidak semua orang mampu berserah diri. Sebaliknya, manusia sering kali mengandalkan pada selain Allah.

Baca Juga:  Berserah Diri kepada ALLAH SWT

Sikap menggantungkan diri pada selain Allah SWT membawa ketidaknyamanan dalam hidup. Rasa tidak nyaman terhadap diri sendiri dan kehidupan yang dijalani berimbas pada orang-orang di sekitar mereka. Akibatnya, hidup menjadi serbasulit dan menyulitkan orang lain.

Berserah diri terkait langsung dengan kedekatan manusia kepada Allah SWT. Karena itu, kata para ulama, rasa tidak sabar yang menghambat kepasrahan diri umumnya disebabkan oleh adanya delay, yaitu kelambatan untuk terhubung dengan Allah SWT.

Untuk dapat berserah diri, para ulama menyarankan tiga cara yang ia singkat menjadi CSB. Pertama, yaitu Cepat mengembalikan semua permasalahan kepada Allah SWT. Ini harus dilakukan sesering mungkin dengan tekad yang bulat.

Prinsip kedua, yaitu Shalat. Shalat merupakan salah satu cara untuk berinteraksi dengan Allah SWT dan mengadukan semua permasalahan. Shalat dipercaya dapat mendatangkan solusi bagi permasalahan kehidupan. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbanyak zikir dan shalat ketika ditimpa cobaan dan musibah.

Baca Juga:  Berserah Diri kepada ALLAH SWT

Wujud sikap berserah diri tampak dari shalat yang khusyuk. Banyak orang merasa sulit mendapatkan rasa khusyuk dalam shalat. Padahal, manusia cenderung mudah fokus dan bersungguh-sungguh ketika menghadapi sesuatu yang dinilai penting. Manusia juga umumnya menjadi lebih khusyuk dalam memperjuangkan sesuatu yang sangat diharapkan. Begitu pula shalat, hendaknya diikuti dengan rasa pengharapan dan keyakinan bahwa hanya Allah sebagai penolong dan shalat menjadi kunci kedekatan dengan Allah SWT.

Rumus ketiga, yaitu bekerja secara tuntas. Seorang wirausahawan hendaknya tak malas dan cepat bosan dalam bekerja. Ia hendaknya bekerja secara fokus dan tuntas. Keempat, bekerja secara ikhlas. Ini merupakan tingkatan tertinggi dalam melakukan segala upaya.

Untuk mencapai kesuksesan, seseorang juga perlu membangun hubungan yang baik dengan keluarga sebagai pendukung utama. Selain itu, seorang yang ingin sukses hendaknya menjaga silaturahim dan banyak berbuat kebaikan.