Awali Ibadahmu dengan “Bismillah”

PenaIndonesia.co.id-LawanBorona,Bismillahirrahmanirrahim. Islam mengajarkan, setiap amalan yang bernilai kebajikan akan diganjar pahala sesuai dengan kadarnya. Tanpa memandang apakah amalan itu besar atau kecil. Amalan tersebut akan lebih baik apabila diawali dengan mengucapkan bismillah. Dalam bahasa Indonesia, kalimat basmalah memiliki arti “atas nama Allah.”

Seorang Imam Besar Prof Dr KH Nasaruddin Umar mengungkapkan keajaiban basmalah. Menurut Nasaruddin, setiap Muslim yang mengawali amalan kebaikannya dengan mengucapkan kalimat basmalah lebih berbobot nilainya dibanding seseorang yang melakukan amalan kebaikan, tetapi tidak mengawalinya dengan kalimat basmalah.

“Dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa apa pun yang akan dilakukan oleh seorang Muslim, maka lakukanlah de ngan mengawalinya membaca bismillahirrahmanirrahim karena semua nabi bersahabat dengan kalimat basmalah,” ujar Nasaruddin memulai ceramahnya mengenai keajaiban bismillah di hadapan ratusan jamaah yang hadir memadati ruang utama masjid.

Dalam Alquran, kata Nasaruddin, kalimat basmalah menjadi mukadimah atau pembuka setiap surah kecuali surah at-Taubah. Menurut dia, surah at-Taubah tidak diawali dengan kalimat basmalah karena memang sudah diambil oleh surah an-Naml ayat 30 tentang yang berkisah tentang Nabi Sulaiman AS. Total ada 114 kalimat basmalah tercantum dalam Alquran itu memiliki keajaiban tersendiri.

Di antara keajaiban kisah para nabi yang cukup dekat di telinga masyarakat Indonesia adalah kisah Nabi Sulaiman AS. Dalam surah an-Naml ayat 30 yang sudah disinggung jelas disebutkan bah wa surah Nabi Sulaiman untuk Ratu Balqis diawali dengan kalimat basmalah. Kemudian kisah yang lainnya, misalnya, ketika Nabi Ibrahim AS akan dilemparkan ke dalam kobaran api oleh Firaun (gelar untuk penguasa Mesir Kuno) juga menyempatkan untuk mengucapkan kalimat basmalah.

“Hampir semua nabi kita dapati ri wayatnya me reka semua rata-rata mem baca basmalah sebelum melaku kan sebuah amalan. Surat yang ada da lam Alquran itu sendiri juga selalu di awali dengan kalimat basmalah kecuali surah at-Taubah karena jatahnya sudah diambil surah an-Naml,” katanya.

Nasaruddin, penulis disertasi ten tang perspektif gender dalam Alquran itu mengungkapkan, ada sebuah riwayat mengatakan, apabila Alquran itu dipadatkan, pemadatannya adalah surah al-Fatihah. Apabila surah al-Fatihah itu dipadatkan, menjadi bismillahirrahmanirrahim. Dan apabila bismillahirrahmanirrahim itu dipadatkan lagi, pemadatannya adalah dua kata terakhir, yaitu kata ar-rahman dan ar-rahim. Ini yang dinamakan ummul sifat atau induknya Asmaul Husna.

Apabila seluruh kitab suci itu dikumpulkan, yaitu kitab Taurat, Injil, dan Zabur, kata dia, kesimpulannya adalah surah al-Fatihah. Itulah mengapa surah al- Fatihah dinamakan juga sebagai ummul kitab atau induknya seluruh kitab yang di dalamnya terdapat tujuh ayat atau dikenal dengan tsab’ul matsani’.

“Jadi, kalau kita simpulkan, bismillahirrahmanirrahim itu adalah induk atau inti dari seluruh kitabkitab yang pernah Allah turunkan kepada nabi-Nya. Itu salah satu hebatnya bismillahirrahmanirrahim,” kata alumnus terbaik UIN Syarif Hidayatullah itu. (R)