Abaikan Physical Distancing, Polda Amankan 249 Orang

Pena Indonesia.co.id – Lawan COVID 19. Upaya preventif dari Polda Jatim untuk membubarkan kerumunan massa pada masa tanggap darurat Corona Virus Disease (Covid) 19 ini tak selalu berjalan mulus. Terdapat kerumunan massa di Jawa Timur yang menolak dibubarkan dan harus diamankan dan dimintai keterangan oleh polisi.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan, “Total ada 249 orang yang ditangkap saat razia. Mereka dimintai keterangan karena mengabaikan peringatan untuk melakukan physical distancing (jarak fisik) untuk mencegah covid 19,” ujarnya, Kamis (26/03) kemarin.

Baca Juga:  Divisi Keimigrasian Ikuti Teleconference Penanggulangan Virus Corona

Trunoyudo menambahkan, upaya pembubaran massa yang berkerumun itu menindaklanjuti Maklumat Kapolri dalam rangka pencegahan berkembangnya Covid 19.

“Kami dari Polda Jawa Timur dan Polres jajaran secara serentak melakukan kegiatan pembubaran kerumunan serta membawa pemilik, pengunjung tempat hiburan dan tempat nongkrong. Sebanyak 249 orang diamankan ke kantor polisi,” tuturnya.

Selanjutnya pemilik dan pengunjung cafe dan warung membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi dan bersedia mendukung program pemerintah. Adapun untuk wilayah surabaya kegiatan tersebut dipimpin oleh Kapolrestabes Surabaya dan berhasil mengamankan 63 orang.

Baca Juga:  Rupiah Melemah Rp16.337 per Dolar AS

Polda Jatim dan jajaran akan terus melakukan kegiatan ini sepanjang masyarakat belum patuh terhadap anjuran pemerintah berupa sosial distancing atau physical distancing selama tanggap darurat bencana Covid 19 belum dinyatakan berakhir. Bahkan tidak menutup kemungkinan, juga akan melakukan tindakan yang lebih tegas lagi yaitu penindakan secara hukum bagi masyarakat yang masih melanggar.