33 Peserta Ramaikan Lomba Paskibraka Tingkat SMP Se -Jawa Timur

Pena Indonesia.co.id – Untuk pertama kalinya, SMK Prapanca 2 Surabaya menggelar lomba Paskibraka tingkat SMP se-Jawa Timur, pada Sabtu (15/2/2020) lalu. Lomba kali ini dikemas dengan tajuk Lomba Kepemimpinan Baris Berbaris LAKSANA (Langka Ketrampilan Baris Berbaris Langka Kreasipaskibra Muda Nasional).

Lomba yang dilangsungkan di area SMK Prapanca 2 Surabaya, di ikuti 33 peserta dari tiga daerah, yaitu Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Malang menunjukkan kemampuannya.

Cahyo, Ketua Pelaksana LKBB Laksana 2020 menyampaikan, lomba kali ini bertujuan untuk memberikan kesempatan pada peserta mengembangkan kreativitas dalam konteks nasionalisme. Agar kreativitas peserta ditunjukkan secara maksimal.

Baca Juga:  Susy Susilawati Lantik Pejabat Pemasyarakatan dan Administrasi

“Sehingga para peserta bisa maksimal menuangkan ide-ide mereka dalam gerakan baris-berbaris, jadi kreativitas mereka tidak dibatasi dengan unsur-unsur tertentu,” terang Cahyo, Sabtu (15/2/2020).

Ia juga merasa senang, karena pada gelaran lomba perdana ini, mendapat respon positif peserta. Dan terbukti, dari target 30 peserta, terlampaui hingga mencapai 33 peserta.

Secara teknis, dijelaskan Cahyo, setiap pleton pasukan paskibra terdiri atas 18 anggota dan 1 orang komandan pleton (danton). Mereka menampilkan 2 jenis gerakan, pertama gerakan resmi baris berbaris, kedua gerakan variasi.

Baca Juga:  Cinta Allah SWT dan Rasulullah SAW

Dalam lomba ini, setiap peleton diberikan durasi waktu selama 10 menit untuk menunjukkan kebolehannya.

“Gerakan variasi ini bisa menampilkan lagu-lagu daerah, tarian daerah, puisi, atau orasi seperti proklamasi,” imbuh Cahyo.

Sementara itu, Winantiu Andri Purniawan, Kesiswaan SMK Prapanca 2 Surabaya menyampaikan, kegiatan ini digelar sebagai upaya pihaknya memberikan wadah positif dengan kegiatan mengasah kreativitas yang juga berdampak dalam membangun karakter siswa lebih baik.

Sebagai apresiasi, para juara nantinya, selain tropi dan piagam penghargaan, juga akan mendapatkan uang pembinaan.

“Kedepan kami akan agendakan acara-acara seperti ini untuk memberikan kebebasan ide kreatif, juga mengarahkan siswa pasa kegiatan yang positif,” ucap Winantu.